Kompas.com - 06/10/2014, 14:13 WIB
Pasangan Yuda Winarno dan Sikajayanti menunjukkan foto Rahmah dan Nurul sebelum dioperasi. KOMPAS.com/Ira RachmawatiPasangan Yuda Winarno dan Sikajayanti menunjukkan foto Rahmah dan Nurul sebelum dioperasi.
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Bima dan Arjuna adalah bayi dari pasangan Robby Achadiat dan Susan Purnama yang terlahir dalam kondisi kembar siam berjenis conjoined twin inschiophagus tetrapus. Tulang panggul, alat kelamin, anus dan saluran cerna bagian bawah kedua bayi ini menyatu.

Menurut Dr Agus Haryanto, dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSUD Dr Soetomo, kelahiran bayi kembar siam jenis ini terbilang langka, tidak hanya di Indonesia, bahkan di dunia.

"Makanya, kita sebut extraordinary karena rasionya bisa satu berbanding dua juta kelahiran," kata Agus saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (6/10/2014).

Selain itu, keistimewaan lain adalah pada jenis kelaminnya. Agus mengatakan, kebanyakan kasus kembar siam jenis ini lebih banyak dialami oleh bayi berjenis kelamin perempuan. "Ini laki-laki, pasti lebih sulit fungsi penisnya nanti," tuturnya.

Untuk melakukan operasi pemisahan kedua bayi ini pun terbilang sangat sulit. Menurut dia, salah satu kesulitannya adalah membagi organ-organ penting seperti saluran cerna bagian bawah, kemaluan serta anus yang hanya ada satu. Saking sulitnya, kata Agus, dalam operasi pemisahan bayi kembar siam jenis ini memiliki risiko cukup tinggi jika terjadi kegagalan dalam atau pasca operasi.

"Kemungkinan terburuk adalah malfungsi organ-organ seperti pembuluh darah. Bahkan yang paling buruk bisa kematian," tuturnya.

Diberitakan, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akan melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam asal Cianjur, Bima dan Arjuna, Senin (6/10/2014). Bima dan Arjuna adalah bayi kembar siam berjenis conjoined twin inschiophagus tetrapus dengan tulang panggul, alat kelamin, anus dan saluran cerna jadi satu.

Menurut Direktur Utama RSHS, Dr Bayu Wahyudi, operasi pemisahan tersebut akan memakan waktu cukup lama.

"Operasi pemisahan ini akan memakan waktu kurang lebih 16 jam. Operasi dimulai pukul 06.30 WIB dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB," kata Bayu saat konferensi pers di ruang COT RSHS Bandung, Senin pagi.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X