Seniman Bandung Menyatakan Tidak Percaya Partai

Kompas.com - 06/10/2014, 13:04 WIB
Sekelompok seniman dari Kota Bandung berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung memprotes kian maraknya kasus korupsi yang mendera Indonesia, Senin (13/5/2013). Dengan kasus yang datang silih berganti di media massa, justru kemuakan dan kebingungan yang mereka rasakan dan diyakini juga dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia pada umumnya. KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOSekelompok seniman dari Kota Bandung berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung memprotes kian maraknya kasus korupsi yang mendera Indonesia, Senin (13/5/2013). Dengan kasus yang datang silih berganti di media massa, justru kemuakan dan kebingungan yang mereka rasakan dan diyakini juga dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia pada umumnya.
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Pelukis Bandung, Herry Dim mengaku sudah tidak lagi percaya partai. Penilaian ini semakin menguat saat pemilihan pimpinan DPR beberapa waktu lalu.

"Saya melihat, pemilihan pimpinan DPR kemarin hanya sebagai permainan kekuasaan. Mereka lupa, di atas DPR masih ada rakyat," ujar Herry Dim di sela-sela acara "24 Jam Bandung Tolak UU Pilkada", Senin (6/10/2014).

Ia berharap, kegiatan ini menular ke daerah lain. Karena saat ini dibutuhkan kekuatan besar untuk mengembalikan hak rakyat kepada rakyat. Pilkada harus dikembalikan kepada rakyat.

Seperti diketahui, belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Namun, sambung Herry, hal ini pasti akan banyak ditawar oleh DPR. Ia melihat, dengan karakteristik anggota DPR, kondisi ini akan berlangsung lama.

"Karena itu dibutuhkan kekuatan besar dari manapun. Kalau semalam saya dengar, tujuan kegiatan ini akan tercapai. Karena Jatisura Indramayu akan menggelar acara serupa, begitu pun Pangandaran," imbuhnya.

Perwakilan Humas "24 Jam Bandung Tolak UU Pilkada",  Matdon menjelaskan, kegiatan ini merupakan gerakan rakyat. Yang penting, bukan jumlah tapi meluas kemana-mana.

"Daerah yang katanya akan menggelar acara serupa ada Yogyakarta dan Jakarta," tuturnya.

Matdon menjelaskan, kegiatan ini merupakan perlawanan tanpa kekerasan dan perkelahian, melainkan dengan kesenian.

"Nanti kami akan membuat petisi tentang penolakan ini. Selain itu, semalam kami memberikan kaus bertuliskan "Tolak UU Pilkada, di Atas DPR Ada Rakyat" ke perwakilan DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk diserahkan ke DPR Jakarta," tutupnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X