Kompas.com - 03/10/2014, 15:36 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

AMBARAWA, KOMPAS.com - Jalur Jambu-Ambarawa yang menghubungkan Semarang dengan Magelang atau Yogyakarta yang kerap disebut jalur tengkorak kembali memakan korban. Setelah tiga hari lalu sebuah minibus bertabrakan dengan truk hingga menewaskan seorang sopir minibus, hari ini, Jumat (3/10/2014) dinihari, sebuah truk kontainer B 9171 UEI menabrak tiga rumah warga di Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Akibat kejadian ini, sopir truk kontainer, Hendra (40), warga Jakarta, tewas di lokasi kejadian dengan kondisi yang mengenaskan.

“Kejadiannya sekitar pukull 05.00 Wib. Diduga sopir mengantuk. Kata temannya, sopir sempat istirahat sebentar tapi kemudian jalan lagi. Padahal sudah diingatkan temannya karena terlihat masih mengantuk tapi dia tetap melanjutkan perjalanan,” ungkap Kasat Lantas Polres Semarang AKP Alil Rinenggo.

Berdasarkan informasi, truk naas tersebut melaju dari arah Temanggung menuju Ambarawa. Truk tujuan Jakarta itu sempat berhenti sejenak di daerah Jambu untuk sekedar istirahat sembari mendinginkan ban. Tidak berapa lama, sopir kembali melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang.

Seusai melintas di turunan Ketekan, korban terlihat tak mampu mengendalikan laju truk yang dikemudikannya. Terlebih di jalur tersebut ada tikungan ke kanan yang cukup tajam.

Diduga karena mengantuk, korban bukannya membelokkan kemudi ke kanan, truk malah berjalan lurus dan menabrak tiga rumah yang ada di pinggir jalan. Kendaraan baru berhenti setelah masuk ke parit.

“Tiba-tiba kami mendengar suara braakkk cukup keras dari arah depan rumah. Ternyata ada kontainer yang nabrak. Beruntung kami saat kejadian sedang ada di bagian belakang rumah sehingga sekeluarga selamat,” tutur Prayitno (40) salah satu pemilik rumah.

Sejumlah warga yang mendengar benturan keras tabrakan langsung berhamburan keluar untuk menolong korban. Namun naas, Hendra mengalami luka yang cukup parah di bagian perut dan dada akibat benturan keras. Jiwanya tak mampu tertolong dan meninggal di tempat.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas kedua arah sempat tersendat karena banyak pengguna jalan yang berhenti untuk melihat korban dan bangkai truk. Pemindahan bangkai truk dan jasad korban dilakukan oleh petugas kepolisian dibantu warga. Mereka bekerja ekstra keras untuk memindahkan bangkai kendaraan ke tempat yang lebih aman sekaligus meminimalisir kemacetan akibat sulitnya proses evakuasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X