Kantor Dewan Kesenian Dihancurkan, Wagub Deddy Mizwar Angkat Bicara

Kompas.com - 02/10/2014, 15:27 WIB
Deddy Mizwar, Wagub Jawa Barat, memberikan tiga poin solusi terkait penghancurann Kantor Dewan Kesenian Cirebon, di halaman DKC, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (02/10/2014). KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonDeddy Mizwar, Wagub Jawa Barat, memberikan tiga poin solusi terkait penghancurann Kantor Dewan Kesenian Cirebon, di halaman DKC, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (02/10/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com — Penghancuran Kantor Dewan Kesenian Cirebon (DKC), di Kompleks Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, mendapat sorotan dari Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat. Komentar tersebut ia lontarkan saat meninjau proses perbaikan Gedung Kesenian Nyimas Rara Santang Cirebon, Kamis siang (2/10/2014).

Deddy Mizwar menyayangkan adanya insiden penghancuran Kantor Dewan Kesenian Cirebon oleh orang tak dikenal. Penghancuran tanpa koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu akhirnya menimbulkan keresahan terhadap beberapa seniman.

Di depan lokasi Kantor DKC yang sudah rata dengan tanah itu, sebelum meninggalkan lokasi, Deddy menyampaikan tiga hal. "Pertama, harus segera dikomunikasikan dengan Pengurus Dewan Kesenian Cirebon, kedua, kontraktor harus segera mengurus, kenapa kontraktor main bongkar saja sehingga menimbulkan keresahan seniman, dan ketiga, memfasilitasi tempat yang sudah dibongkar, untuk DKC, di tempat yang lain," ujar dia di hadapan Kepala Dinas Olahraga, Pemuda, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon, Dana Hardiman.

Menurut Deddy, pembangunan kantor baru dibutuhkan secepatnya agar program dan agenda kebudayaan di Kota Cirebon dan juga Provinsi Jawa Barat yang diadakan di Kota Cirebon tidak terganggu. Terlebih lagi, beberapa waktu lagi, Cirebon akan mengadakan Gotrasawala yang akan membutuhkan tempat untuk para seniman.

Sementara itu, Kadisporbudpar Dana Hardiman menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pengurus DKC untuk menemukan solusi soal penghancuran Kantor DKC. "Kami akan berusaha berkoordinasi kepada para pengurus DKC," kata dia.

Ditanya soal  siapa yang menghancurkan, Dana masih mengaku tidak tahu dan sedang menyelidiki kasus tersebut. Dia juga menegaskan, seharusnya, kontraktor mengetahui dan bertanggung jawab soal penghancuran.

Salah satu pengelola DKC, Edeng Samsul Maarif, menegaskan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait penghancuran DKC. Edeng bersama pengurus DKC lainnya akan mengusut tuntas pelaku penghancuran dan akan melaporkan kepada Polda Jawa Barat.

"Beberapa waktu lagi, kami akan laporkan kejadian penghancuran ini kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat. Ini bukan hanya penghancuran biasa, melainkan semua arsip penting, dan ada di DKC, semuanya hilang," ujar Deddy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X