Kompas.com - 02/10/2014, 15:11 WIB
Ratusan krim pemutih mengandung bahan berbahaya yang banyak beredar di Pasar Tradisional Cakranegara,disita BPOM Mataram, NTB, Kamis (3/10/2014). KOMPAS.com/Karnia SeptiaRatusan krim pemutih mengandung bahan berbahaya yang banyak beredar di Pasar Tradisional Cakranegara,disita BPOM Mataram, NTB, Kamis (3/10/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MATARAM, KOMPAS.com - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram menyita ratusan kosmetika palsu dan berbahaya yang beredar bebas di pasar tradisional Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (2/10/2014).

Dalam sidak yang digelar BPOM, petugas menyita berbagai jenis kosmetika merek terkenal yang dipalsukan, kosmetika tanpa izin edar dan aneka krim pemutih yang mengandung bahan berbahaya seperti zat merkuri dan hidrokuinon.

Menurut pedagang, selama ini tidak ada keluhan dari konsumen yang membeli barang dagangannya. Justru semakin banyak pembeli yang mencari krim pemutih ini, karena khasiatnya lebih cepat terasa dibandingkan dengan merek terkenal yang harganya lebih mahal.

"Selama ini enggak ada keluhan, justru tambah banyak yang beli. Kata mereka kosmetik yang harganya ratusan ribu gak ada reaksinya, tapi ini yang harga Rp 5000-10.000 langsung ada hasilnya," kata Abdulrahmanuddin salah satu pedagang.

Pedagang mengaku mendapatkan barang tersebut dari sales yang sering datang ke pasar dan dijual secara eceran dengan harga Rp10.000. Mereka mengaku tidak tahu-menahu jika krim pemutih tersebut mengandung bahan berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan.

Selain menyita kosmetika palsu berbahaya, petugas BPOM juga melakukan pembinaan dan memberi peringatan keras kepada para pedagang tentang aturan UU Nomor 36 Tahun 2009. Di mana setiap orang yang mengedarkan obat atau kosmitika tanpa izin edar akan dipidana dengan pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

"Sementara ini kami lakukan pembinaan dan peringatan, jika masih bandel ancamannya pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar," kata Hardiono Adisaputra petugas BPOM. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.