Seorang Gadis Buruh Pabrik Disetrum dan Dipukul Perampok

Kompas.com - 01/10/2014, 17:11 WIB
Neneng Wahyuwigati (23) warga Klaten yang tinggal di kos-kosan di Jl Kenanga IV, Lingkungan Genuk, Kecamatan Ungaran Timur menjadi korban perampokan, Senin (29/9/2014) kompas.com/ syahrul munirNeneng Wahyuwigati (23) warga Klaten yang tinggal di kos-kosan di Jl Kenanga IV, Lingkungan Genuk, Kecamatan Ungaran Timur menjadi korban perampokan, Senin (29/9/2014)
|
EditorFarid Assifa
UNGARAN, KOMPAS.com - Seorang gadis buruh pabrik, Neneng Wahyuwigati (23), warga Klaten yang tinggal di kamar kos di Jalan Kenanga IV, Lingkungan Genuk, Kecamatan Ungaran Timur menjadi korban perampokan. Dia dirampok dengan cara yang sadis, yakni disetrum dan dipukuli oleh pelaku.

Namun beruntung, aksi perampokan itu diketahui oleh warga yang awalnya mendengar keributan dari kamar kos korban. Belasan warga dengan mudah meringkus pelaku yang diketahui bernama Arief Rudiansyah (15), warga Ngawi, Jawa Timur.

Saat diinterogasi warga, pelaku mengaku merampok Neneng atas suruhan Arief Setyowahyudi (23), warga Jombang, Jawa Timur yang tak lain adalah tetangga rumah kos korban.

Menurut Neneng, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (29/9/2014) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban baru pulang kerja dari pabrik garmen. Sampai di depan kamar kos, korban langsung curiga karena kaca nakonya terdapat noda seperti habis dipegang orang. Padahal biasanya kaca tersebut bersih. Masih dengan perasaan curiga, korban pelan-pelan kemudian membuka pintu kamarnya yang masih terkunci.

“Saya sudah curiga di dalam kamar ada orang yang masuk melalui kaca nako. Kemudian saya masuk kamar, tiba-tiba saya disetrum pakai sebuah alat,” kata Neneng saat ditemui di kamar kosnya, Rabu pagi (1/10/2014).

Korban seketika terjatuh ke kasur karena kaget terkena sengatan listrik. Pelaku kembali menyetrum Neneng berkali-kali sembari membekapnya menggunakan bantal. Korban sempat lemas dan kembali melawan hingga alat setrumnya terjatuh.

Karena tak bisa melumpuhkan dengan setrum, pelaku kemudian memukuli wajah korban berkali-kali hingga akhirnya korban menyerah.

“Saya menyerah setelah disetrum dan dipukuli. Saya mempersilakan pelaku mengambil apapun asal tidak menganiaya saya,” kata Neneng.

Saat terjadi keributan di dalam kamar korban, sebagian para penghuni kos mengetahuinya dan segera melapor ke warga sekitar. Warga pun berdatangan. Pelaku yang ketakutan memaksa korban agar mengakui bahwa pelaku adalah saudaranya. Korban pun menuruti permintaan pelaku.

Namun warga pun tak percaya begitu saja dengan pengakuan korban Neneng. Warga kemudian menginterogasi pelaku hingga akhirnya dia berniat mencuri. Pelaku mengaku bahwa otak dari aksi pencuriannya adalah Arief Setyowahyudi yang bertetangga dengan dengan korban. Tak menunggu lama, kedua tersangka digelandang ke Mapolres Semarang. Hingga saat ini polisi masih memeriksa kedua tersangka.

“Tersangka akan dikenai pasal percobaan pencurian dan penganiayaan,” kata Kasat Reskrim, Iptu Herman Sophian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Regional
Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Regional
Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X