Lagu "Gendjer-gendjer", Siapa Penciptanya?

Kompas.com - 30/09/2014, 19:46 WIB
Dokumen milik Muhammad Arief, pengarang lagu Gendjer-gendjer KOMPAS.com/ IRA RACHMAWATIDokumen milik Muhammad Arief, pengarang lagu Gendjer-gendjer
|
EditorFarid Assifa

"Tahun 1950, bapak masuk Lekra dan menjadi Ketua Bidang Kesenian. Tahun 1955, bapak diangkat sebagai anggota DPRD sebagai wakil seniman," ujarnya.

"Gendjer-gendjer" mulai populer

Ketika menjadi anggota Lekra, Muhammad Arief mendirikan grup Sri Muda, singkatan dari Seni Rakyat Indonesia Muda. Mereka berlatih musik di rumah Muhammad Arief di Kelurahan Temenggungan.

"Lewat grup Sri Muda ini, lagu 'Gendjer-gendjer' terkenal. Bapak sama grupnya sering diajak main di acara-acaranya PKI. Ke Surabaya, ke Jakarta, ke Semarang untuk bermain musik, salah satunya ya lagu 'Gendjer-gendjer'. Akhirnya lagu itu direkam oleh Irama Record di Jakarta dan menjadi lagu populer di radio dan televisi," kata Syamsi.

Syamsi menceritakan, setelah lagu "Gendjer-gendjer" populer, ayahnya banyak menciptakan lagu yang berkaitan dengan PKI, sesuai dengan pesanan Njoto, salah satu pejabat Lekra yang sempat singgah di Banyuwangi pada tahun 1962.

"Pak Njoto saat itu mau ke Bali dan mendengarkan lagu 'Gendjer-gendjer'. Ada beberapa lagu lain yang dibuat bapak, yang berkaitan dengan PKI, seperti 'Ganefo', '1 Mei', 'Mars Lekra', 'Harian Rakyat', dan 'Proklamasi'. Ada semua di buku itu," ujarnya.

Menurut Syamsi, sebelum rumahnya dihancurkan oleh massa, bapaknya baru tiba sekitar 5 hari di Banyuwangi untuk mengurus visa karena diajak untuk bermain musik di Negara Republik Rakyat China (RRC). Pada malam hari, bapaknya bercerita bahwa ia mendengar dari radio bahwa ada pembunuhan besar-besaran di Jakarta.

"Keesokan harinya sudah banyak orang berkumpul dari lapangan yang sekarang jadi Stadion Diponegoro, lalu ke timur melewati Taman Blambangan. Saat lewat depan rumah, massa langsung masuk ke dalam. Saya sama ibu melarikan diri," ujarnya.

Ketika membuka buku milik almarhum Muhammad Arief, Kompas.com menemukan lirik lagu "Gendjer-gendjer" dengan huruf warna merah. Di kanan atas terdapat gambar palu arit, lambang PKI saat itu. Tulisan tersebut bertanggal 19 Juli 1965.

"Kalau yang itu bukan bapak yang nulis, tetapi temannya. Itu ditulis lagi, direpro. Kalau tulisan bapak yang asli di buku kecil, dilengkapi dengan notnya," ujar Syamsi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X