Kompas.com - 29/09/2014, 16:05 WIB
Aksi Hari Hak untuk Tahu. KOMPAS.com/Slamet PriyatinAksi Hari Hak untuk Tahu.
|
EditorCaroline Damanik

KENDAL, KOMPAS.com — Belasan orang yang menamakan diri dari Jaringan Masyarakat Kabupaten Kendal (Jamak) Jawa Tengah menggelar aksi penghimpunan tanda tangan dalam rangka memperingati Hari Hak untuk Tahu di depan kantor Pos Kendal, Jalan Soekarno-Hatta, Kendal, Senin (29/9/2014) siang.

Selain membentangkan kain putih di jalan untuk ditandatangani oleh masyarakat yang lewat, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan "Keterbukaan Informasi adalah Hak Rakyat" yang dipegang oleh dua peserta aksi yang mengenakan kostum pocong.

Koordinator aksi, Misrin, mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah jaminan agar masyarakat dapat mengetahui proses pengambilan keputusan publik dengan cara menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum.

Pada Hari Hak untuk Tahu ini, tambah Misrin, Jamak merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk segera menetapkan peraturan mengenai prosedur operasi standar layanan informasi publik sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010.

"Kami juga meminta kepada Pemkab Kendal supaya menyediakan sarana dan prasarana layanan informasi publik, termasuk papan pengumuman dan meja informasi di setiap kantor badan publik, serta situs resmi," ujarnya.

Salah satu warga yang ikut membubuhkan tanda tangan dalam aksi penghimpunan tanda tangan, Muryanto, mengaku baru tahu kalau ada Hari Hak untuk Tahu. Walau begitu, warga Kendal itu berharap, pada Hari Hak untuk Tahu ini, pemerintah dari pusat hingga daerah transparan dalam menginformasikan persoalan-persoalan yang ada, termasuk harta kekayaannya.

"Kalau semua transparan, bisa jadi di Indonesia ini tidak ada korupsi," katanya.

Aksi Hari Hak untuk Tahu berakhir sekitar pukul 03.00 sore. Aksi yang dijaga ketat oleh polisi berpakaian preman tersebut berjalan dengan baik dan lancar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X