Lapas Sukamiskin Siap Sambut Luthfi Hasan Ishaaq

Kompas.com - 25/09/2014, 22:03 WIB
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang vonis kasusnya yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/12/2013). TRIBUNNEWS/DANY PERMANATerdakwa Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang vonis kasusnya yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/12/2013).
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Lapas Sukamiskin menyatakan siap menyambut kedatangan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, terpidana kasus suap dan pencucian uang terkait kuota impor daging sapi, yang saat ini sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Hal itu diungkapkan Kepala Pengamanan Lapas Sukamiskin, Heru Tri Sulistiono saat dihubungi, Kamis (25/9/2014) malam.

"Kita sudah siap untuk menyambut kedatangannya. Kita tadi diberi kabar oleh pihak KPK dari Jakarta bahwa yang bersangkutan berangkat dari Jakarta pukul 19.30 WIB, makanya kita siap- siap," kata Heru, Kamis malam.

Menurut Heru, tidak ada persiapan khusus untuk menyambut kedatangan Lutfhi, termasuk pengamanannya. "Pengamanan juga biasa-biasanya, hanya pengaman dari polsek-polsek terdekat saja," katanya.

Ditanya soal kamar sel yang disiapkan untuk Luthfi, Heru menyatakan sesuai dengan SOP yang ada. "Kalau untuk narapidana yang baru kan, pas pertama datang, kita tempatkan di kamar utara paling bawah. Itu berlaku bagi semua napi yang baru datang ke sini, biasanya kan begitu," katanya.

Narapidana baru akan menempati kamar utara bawah itu selama 2 hari sejak datang. Lalu di hari ketiga, baru dipindahkan ke kamar lain. "Kita akan carikan kamar untuk yang bersangkutan," kata Heru.

Heru menambahkan, semua narapidana yang ada di Lapas Sukamiskin tinggal secara sendiri-sendiri.

Diberitakan, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK memindahkan Luthfi dari Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Selatan, ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, Kamis (25/9/2014).

"Hari ini jaksa KPK mengeksekusi terkait terpidana LHI (Luthfi Hasan Ishaaq), akan dibawa ke Bandung, ke Sukamiskin," ujar Johan di gedung KPK, Jakarta, Kamis petang.

Sebelumnya, KPK telah mengeksekusi rekan dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, yang juga terpidana kasus yang sama. Fathanah juga dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, dari Rumah Tahanan KPK pada Jumat (19/9/2014) setelah menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung. Ada pun, Luthfi dieksekusi setelah putusan kasasi Mahkamah Agung memperberat hukumannya dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara.

Selaku anggota DPR, Luthfi terbukti melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi imbalan dari pengusaha daging sapi. Ia juga terbukti menerima janji pemberian uang senilai Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama dan sebagian di antaranya, yaitu senilai Rp 1,3 miliar, telah diterima melalui Ahmad Fathanah. 

Majelis kasasi MA menilai, perbuatan Luthfi sebagai anggota DPR dengan melakukan hubungan transaksional telah mencederai kepercayaan rakyat. Hal yang memberatkan Luthfi adalah, sebagai anggota DPR melakukan hubungan transaksional dengan menggunakan kekuasaan elektoral demi fee. Perbuatan Luthfi itu menjadi ironi demokrasi. Sebagai wakil rakyat, dia tidak melindungi dan memperjuangkan nasib petani peternak sapi nasional.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X