Kompas.com - 24/09/2014, 22:58 WIB
Profauna melakukan kampanye selamatkan orang utan. Salah satunya akan dilakoni dengan touring Sumatera mulai 20 April-akhir Mei 2013 mendatang.  KOMPAS/Dahlia IrawatiProfauna melakukan kampanye selamatkan orang utan. Salah satunya akan dilakoni dengan touring Sumatera mulai 20 April-akhir Mei 2013 mendatang.
|
EditorFarid Assifa
UNGARAN, KOMPAS.com - Tita, seekor orangutan betina asal Kalimantan yang dievakuasi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dari seorang warga di Jepara, saat ini masih beradaptasi dengan lingkungan baru, di kandang karantina Balai Konservasi Satwa Sido Muncul, Kecamatan Bregas, Kabupaten Semarang.  

Salah satu anggota Tim Medis Balai Konservasi Sido Muncul, drh Akhmad Syaifuddin yang dihubungi Rabu (24/9/2014) sore, mengatakan, sejak tiba di balai konservasi di kompleks Agro Wisata Sido Muncul, Selasa (23/9/2014) pukul 21.30 WIB, Tita masih enggan makan meski beberapa kali "dipancing" petugas.

“Ini hal yang biasa, karena Tita dalam proses adaptasi dengan lingkungan yang relatif baru,” kata Syaifuddin.

Berdasarkan observasi, secara fisik orangutan yang telah berusia sekitar 15 tahun ini bagus dan tidak mengalami luka apa pun. Hanya saja, badan orangutan ini mengalami obesitas hingga tampak kurang aktif. Orangutan ini beratnya mencapai hampir satu kuintal. Padahal, idealnya hanya berkisar 70 kilogram.  

“Biasanya kalau bukan orang yang biasa ‘memegang’, satwa ini akan memberontak jika dipindahkan ke kandang yang berbeda. Namun, Tita relatif lebih mudah,” tambahnya.  

Selama dalam masa karantina, kondisi kesehatan Tita akan terus dipantau. Saat ini tim medis masih menunggu orangutan ini mengeluarkan kotorannya. Selanjutnya petugas akan memeriksa kotoran tersebut apakah ada kandungan cacing atau bakteri lainnya.

“Jika diketahui mengalami gangguan kesehatan, maka tim medis akan menangani terlebih dahulu sebelum dilepas dari kandang karantina,” tegasnya.

Diinformasikan, Tita sebelumnya dievakuasi oleh petugas BKSDA Provinsi Jawa Tengah dari warga Desa Karanggondang, Kabupaten Jepara. Pemilik Tita mengaku bahwa satwa ini merupakan pemberian penduduk Dayak sejak usia tiga bulan.  

Selama di tangan pemiliknya, Tita dipelihara dalam kandang yang sempit berukuran 1,5 X 2 meter. Satwa tersebut diberikan asupan selayaknya manusia, yakni nasi kecap, pepaya, pisang, minuman teh manis, dan sirup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.