Mendagri Gamawan Fauzi Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Pilkada yang Koruptif

Kompas.com - 20/09/2014, 05:12 WIB
Gamawan Fauzi didampingi istrinya saat bersalaman dengan hadirin dan tamu undangan usai sidang promosi gelar doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, (19/9/2014). KOMPAS.com/Rio KuswandiGamawan Fauzi didampingi istrinya saat bersalaman dengan hadirin dan tamu undangan usai sidang promosi gelar doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, (19/9/2014).
EditorFidel Ali Permana

 


SUMEDANG, KOMPAS.com
- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengikuti sidang promosi doktor Ilmu Pemerintahan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, (19/9/2014). Judul disertasi Gamawan, 'Pengaruh Pemilihan Kepala Daerah Langsung Terhadap Korupsi Kepala Daerah di Indonesia'.

Gamawan Fauzi meraih gelar doktornya setelah selesai mengikuti sidang promosi doktor tersebut pada sore harinya. Penyerahan surat keputusan kelulusan diserahkan oleh Rektor IPDN, Dr. Drs. Suhajar Diantoro, M.Si kepada Gamawan yang baru mendapat gelar doktor itu. Sementara itu, Gamawan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas gelar yang diraihnya. 

Sidang dimulai pukul 15.30 WIB dengan 3 promotor, yakni Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Prof. Dr. M. Aries Djaenuri, MA, dan Prof. DR. Drs. H. Khasan Effendy, M.Pd serta delapan penguji. 

Ketua Tim Promotor dalam sidang promosi doktor Ilmu Pemerintahan dengan promovendus Gamawan Fauzi, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS sempat melontarkan pertanyaan kepada Gamawan usai Gamawan memaparkan ringkasan disertasinya lantaran RUU Pilkada saat ini tengah hangat di masyarakat.

 

Pertanyaan terkait, apakah Pilkada oleh DPRD merupakan solusi atau masalah? Berikut pertanyaannya. 

 

"Bahwa Kemendagri sudah melakukan evaluasi terhadap Pilkada langsung ini banyak masukan, maka pada saat akan membuat masukan dari para tokoh dan para akademisi, tetapi, setelah membuat rancangan ini banyak penolakan. Apakah Pilkada dengan DPRD itu, merupakan solusi atau masalah?" tanya Profesor Ermaya.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Regional
Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Regional
Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Regional
Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Regional
Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Regional
Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Regional
Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Regional
2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Regional
Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Regional
Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Regional
7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Regional
Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Regional
Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Regional
Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Regional
Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X