Kompas.com - 19/09/2014, 19:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — Seorang pensiunan polisi yang pernah bertugas di Mapolda Jawa Tengah disangka telah melakukan pencabulan terhadap korban P yang tercatat masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) di Kota Semarang. Tidak tanggung-tanggung, pencabulan dilakukan di rumahnya sendiri selama empat kali dalam rentang hari pada bulan Agustus 2013.

SB (57), warga Tembalang, Kota Semarang, dikenal warga sebagai seorang dukun yang acap menyembuhkan orang sakit. Saat itu, korban, P, mengalami sakit perut hingga dibawa pihak keluarga ke rumah pelaku untuk diobati. Korban sendiri diketahui adalah tetangga pelaku.

Merasa tak ada curiga, keluarga memasrahkan pengobatan kepada SB. Namun, SB justru memanfaatkan situasi ini untuk bertindak cabul. Semula, SB mengatakan bahwa korban sedang diguna-gunai sehingga harus ada ritual khusus untuk menghilangkan guna-guna yang menempel di perutnya.

"Tindak pencabulan itu dilakukan empat kali di rumah sendiri. Dia mengatakan, korban dalam keadaan guna-guna," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Semarang, Teguh Imanto, setelah menerima berkas perkara dari kepolisian, Jumat (19/9/2014).

Dia mengatakan, perkara pencabulan dengan tersangka SB ini bermula dari laporan polisi bernomor LP/B/1435/VIII/2013/Jateng/Restabes, tertanggal 28 Agustus 2013. Berkas itu kini diserahkan dari polisi ke kejaksaan beserta dengan tersangka. Polisi cabul ini dijerat dengan dakwaan Pasal 289 juncto Pasal 290 ayat 1 KUHP.

Empat kali tindak pencabulan yang dilakukan di rumah SB ini ialah pada Senin, 12 Agustus 2013, pukul 19.00 WIB, kedua, tanggal 15 Agustus 2013 pukul 19.00 WIB, ketiga, 18 Agustus 2013 pukul 19.30 WIB, dan keempat tanggal 19 Agustus 2013 pukul 20.30 WIB.

Pada hari pertama, korban P hanya dipijat di bagian paha. Namun, pada aksi kedua hingga keempat, terdakwa bertindak di luar batas. Aksi itu dilakukan karena korban percaya sedang terkena guna-guna sehingga ritual yang dilakukan SB sebagai upaya terapi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X