Kepulan Asap Sisa Kebakaran Pabrik "Usir" Pelajar dari Ruang Kelas

Kompas.com - 19/09/2014, 13:48 WIB
Siswa SMP PGRI Plumbon Kabupaten Cirebon melintas di tembok yang jebol, asap yang masuk sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar, Jumat Siang (19/9/2014) KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonSiswa SMP PGRI Plumbon Kabupaten Cirebon melintas di tembok yang jebol, asap yang masuk sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar, Jumat Siang (19/9/2014)
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com – Kepulan asap sisa api yang melahap tujuh lokasi pabrik, serta gudang rotan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMP dan SMK PGRI Plumbon, Jumat Pagi (19/9/2014).

Para pelajar terpaksa keluar dari kelas demi menghindari kepulan asap yang mengganggu pernafasan. Kepulan asap itu bersumber dari tujuh lokal pabrik serta gudang rotan, yang terbakar Jumat dini hari.

Areal sekolah dengan pabrik yang terbakar, hanya dipisahkan satu dinding penyekat dan tidak terlalu tinggi. Salah satu guru SMP PGRI, Kurniasih, yang sejak malam berada di lokasi menyebutkan, sebanyak tiga unit pemadam kebakaran masuk ke areal sekolah, untuk memadamkan api yang paling dekat dengan bangunan sekolah.

“Saya ditelepon Pak RT, dan orang damkar harus ke sekolah Jumat pagi tadi. Terpaksa jam 01.00 WIB saya sudah di sini, dan membuka pintu gerbang sekolah agar damkar bisa masuk. Kalau di bagian belakang sekolah ini tidak dipadamkan, api pasti merembet kelas yang paling belakang,” kata guru yang biasa disapa Asih.

Menurut Asih, kepulan asap dirasa sangat mengganggu, terlebih pagi hingga sekitar 10.00 WIB. “Terganggu psikologi, dan juga pernafasan. Kami berharap agar segera selesai,” ujar Asih.

Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Pos Weru, Durita mengaku sudah menurunkan 15 unit damkar dari berbagai pos, dan lebih lima kali pulang pergi. Bahan yang mudah terbakar, dan sulitnya mencari air karena kemarau menjadi kendala utama pemadaman.

“Dari jam 11.30 Kamis tengah malam, hingga Jumat pukul 10.00 WIB, kami sudah menurunkan lebih dari lima pukul unit, dan sampai saat ini belum padam semuanya. Ini karena bahan yang mudah terbakar, dan juga keterbatasan jangkauan,” kata Durita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, satpam dan pemilik pabrik enggan dimintai keterangan, dengan alasan sedang berusaha menghitung kerugian yang ditanggung akibat kebakaran tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.