Kepala SD Tersangka Korupsi Kirim Surat "Cinta" ke Jaksa dari Penjara

Kompas.com - 18/09/2014, 16:16 WIB
Tim Kejaksaan Negeri Banyuwangi menggelar barang bukti uang senilai 211 juta rupiah hasil tangkap tangan dua pns dari dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi IRA RACHNMAWATITim Kejaksaan Negeri Banyuwangi menggelar barang bukti uang senilai 211 juta rupiah hasil tangkap tangan dua pns dari dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
|
EditorFarid Assifa
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Ririn Puji Lestari (48), Kepala SD Kalibaruwetan, yang tertangkap tangan sedang menghimpun uang bancakan dana pendidikan, menulis surat pengakuan dari balik penjara.

"Anggaplah surat cinta. Surat ini ditulis pada tanggal 10 September 2014 satu hari setelah ditangkap," ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Paulus Agung, kepada Kompas.com, Kamis (18/9/2014).

Ia menjelaskan, dalam surat "cinta" tersebut, Ririn mengaku hanya menjadi korban dari Kasi Sarana dan Prasarana selaku atasannya. Dalam surat tersebut, Ririn juga menceritakan kronologi ketika semua kepala sekolah penerima anggaran dikumpulkan di lantai dua Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan koordinasi.

"Saat dikumpulkan itulah, diberitahukan jika pembuatan proposal dikoordinasi oleh salah satu oknum di dinas dengan biaya Rp 200.000 rupiah per proposal, termasuk juga saat mereka berangkat bimtek di Surabaya. Setiap kepala sekolah mendapatkan dana Rp 750.000 yang dipotong Rp 100.000 dan diberikan ke oknum dinas tersebut," ujar Paulus menjelaskan isi dari surat itu.

Surat "cinta" yang dikirim Ririn itu juga menjelaskan, pada 2 September, para kepala SD kembali dikumpulkan untuk mendengarkan penjelasan teknis terkait rehabilitasi sekolah.

"Di pertemuan tersebut, mereka diminta segera memberikan fee 9 persen dari anggaran yang sudah cair akhir Agustus 2014, sedangkan 1 persen untuk UPTD langsung diserahkan kepala sekolah ke UPTD yang membawahi sekolahnya masing-masing, termasuk juga memfotokopi rekening dan berita acara," ujarnya.

Dari pengakuan 21 kepala sekolah yang diperiksa, ada empat sekolah yang belum menyerahkan fee, salah satunya sekolah yang pimpin oleh Ririn Puji Lestari, sedangkan ketiga sekolah lainnya menolak untuk memberikan fee.

"Tiga kepala sekolah menyatakan keberatan dan menolak memberikan fee. Kalau Bu Ririn, karena dia koordinasi yang ditunjuk oleh oknum dinas," ujarnya.

Sementara itu, dari Rp 211 juta yang diamankan oleh kejaksaan, Rp 17 juta terpisah di tas pribadi Ririn. Saat ditanya apakah ada kemungkinan tersangka akan bertambah, Paulus Agung membenarkan. Pihaknya akan memanggil beberapa saksi lain.

"Pekan depan akan kita panggil saksi lainnya, termasuk dua nama yang berinisial L dan Ro," pungkas Paulus Agung.

Diberitakan sebelumnya, dua oknum PNS dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan seorang aktivis LSM ditangkap tangan oleh Tim Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Selasa (9/9/2014), sedang menerima uang tunai Rp 211 juta. Uang tersebut diduga merupakan setoran dari 21 kepala SD yang mendapatkan bantuan dana hibah dari pusat. Potongan tersebut sebesar 10 persen dari dana yang diterima setiap sekolah Rp 129 juta.

Dua oknum PNS yang ditangkap itu adalah Munir (55), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala UPTD Kalibaru, dan Ririn Puji Lestari (48), Kepala SD Kalibaruwetan. Mereka tertangkap tangan saat melakukan transaksi di SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Dalam penggerebekan itu, Kejaksaan juga menangkap satu oknum LSM atas nama Farid alias Mamak (50), warga Dusun Krajan, Desa Licin RT 03, RW 01, Kecamatan Licin.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X