Kompas.com - 17/09/2014, 22:55 WIB
Ilustrasi kekeringan KOMPAS.com/Edi JunaidiIlustrasi kekeringan
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebanyak 86 kabupaten/kota di 20 provinsi di Indonesia mengalami kekeringan.

"Kekeringan paling banyak terjadi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat," ujar Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Adapun provinsi yang paling banyak mengalami kekeringan adalah Jawa Tengah dengan 18 kabupaten/kota, menyusul kemudian Nusa Tenggara Timur dengan 15 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan.

Berikutnya, sebut Sutopo, 13 kabupaten/kota di Jawa Timur juga dilanda kekeringan, begitu juga sembilan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, delapan kabupaten/kota di Jawa Barat, dan empat kabupaten/kota di Yogyakarta. Sutopo juga menyebut ada beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang mengalami kekeringan.

Masih "normal"

Meski demikian, Sutopo mengatakan kekeringan ini masih masuk kategori normal dan tak akan berlanjut menjadi kemarau yang panjang dan kering di Indonesia. Dia merujuk pada data BMKG tentang tak terjadinya penguatan El Nino. Sutopo menyebutkan, musim kemarau kali ini masih akan berlangsung pada Oktober dan November 2014.

"Kekeringan di beberapa daerah dikarenakan kondisi geografis daerahnya kering, seperti Wonogiri, Boyolali, Pacitan, Gunung Kidul, Pantura, Purwodadi, dan Tuban. Kekeringan sudah terjadi sejak lama (di sana)," kata Sutopo.

Selain daerah-daerah yang Sutopo sebut sudah lama mengalami kekeringan itu, pada Agustus 2014 juga jarang terjadi hujan di Jawa, Bali, NTT, NTB, Sulsel, dan Lampung, menjadi pemicu lain kekeringan di puluhan kabupaten kota ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Butuh komitmen politik

BNPB, lanjut Sutopo, menyiapkan Rp 50 miliar untuk membantu pemerintah daerah di sembilan provinsi mengatasi kekeringan. Sembilan provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Utara.

"BNPB telah pula mendistribusikan mobil tangki ke beberapa BPBD provinsi/kabupaten/kota untuk penguatan kapasitas dan saat ini tangki tersebut digunakan untuk distribusi air," ujar Sutopo.

Untuk mengatasi kekeringan, kata Sutopo, butuh upaya menyeluruh dan komitmen kuat politik, yang diwujudkan dalam rupa pembangunan waduk, perbaikan pengelolaan daerah aliran sungai, serta konservasi tanah dan air.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X