Bupati Pamekasan Pikul Air untuk Dibagikan ke Warga Desa Kekeringan

Kompas.com - 17/09/2014, 21:57 WIB
Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, saat mendistribusikan air di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Rabu (17/9/2014). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANBupati Pamekasan, Achmad Syafii, saat mendistribusikan air di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Rabu (17/9/2014).
|
EditorFarid Assifa
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, semakin meluas. Pada awal September, kekeringan dan kekurangan air bersih hanya melanda beberapa desa di 10 kecamatan, kini bencana serupa merata terjadi di desa seluruh kecamatan di Pamekasan.

Daerah yang paling mengalami kekeringan di antaranya Desa Bangserreh, Desa Blaban, Desa Bujur, Timur, Bujur Tengah, Bujur Barat dan Desa Pangerreman di Kecamatan Batumarmar. Di desa-desa tersebut sama sekali tidak ditemukan sumber air yang bisa dimanfaatkan warga.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mendistribusikan langsung bantuan air ke desa yang paling gersang, Kamis (17/9/2014). Distribusi menggunakan mobil tanki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM.

Menurut Syafii, andaikan ada sumber air di daerah kekeringan, maka Pemkab akan mengebornya. Namun karena tidak ada air di dalam tanah, maka satu-satunya cara di musim kemarau ini harus dropping air menggunakan tanki. Kepala desa yang daerahnya mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, maka secepatnya menginformasikan kepada pemerintah. Dengan demikian, BPBD segera mengirimkan bantuan air.

"Kalau di BPBD sudah ada desa-desa yang kering. Namun bisa saja luput dari pendataan jika tidak ada komunikasi dari kepala desanya atau tokoh masyarakat," ungkap Syafii.

Rencana jangka panjang, imbuh politisi Partai Demokrat ini, sungai-sungai yang ada di desa yang kekeringan, akan dibuatkan pintu-pintu air. Hal ini agar air yang ada di sungai tidak sepenuhnya mengalir ke hilir dan bisa ditampung untuk kebutuhan warga di musim kemarau.

"Perlu dibangun embung air di sungai yang airnya besar pada saat musim penghujan," kata Syafii.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam mendistribusikan air bersih itu, Syafii memikul sendiri timba seng berisi air untuk dibagikan ke warga. Timba seng itu biasa digunakan petani untuk menyiram tembakau. Aksi Syafii ini menjadi bahan tertawaan warga.

"Sebelum saya jadi bupati, saya juga rajin menyiram tembakau karena saya anak petani juga," ujarnya sambil tertawa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X