Derita Zainabon di Malaysia Berawal dari Iming-iming Calo Wanita

Kompas.com - 16/09/2014, 07:16 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
Kompas.com/Desi Safnita SaifanDitemani adik kandungnya,Marzuki, TKW asal Bireuen ini, Zainabon, mengisahkan kegetiran hidupnya. 

BIREUEN, KOMPAS.com - Zainabon tentu tak menyangka, perkenalannya dengan seorang wanita membawanya pada malapetaka selama dua tahun, yang mengubah kehidupannya. Nurma, begitu nama disebut Zainabon, TKW asal Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh yang mengalami penyiksaan ini.

Nurma-lah yang memberi iming-iming segar tentang penghasilan layak yang bisa ia peroleh jika bekerja ke seberang, Malaysia. Kepada Kompas.com, perempuan yang terbaring lemah itu mengaku difasilitasi Nurma untuk mempersiapkan segala sesuatu hingga tiba di Malaysia.

”Sudah berangkatnya gratis, dibuatkan paspor dan surat-surat lainnya, saya juga termakan rayuan mudahnya mendapat penghasilan sebagai pembantu dengan gaji Rp4 juta,” ungkap Zainaboh lirih.

Nurma diketahui sebagai warga Desa Raya Dagang, Kecamatan Peusangan. Wanita berusia 57 tahun itu tak lupa tanggal keberangkatannya yakni 6 mei 2012, setelah sebelumnya sempat menginap semalam di rumah Nurma saat mengurus paspor di Lhokseumawe.

Keesokan harinya mereka baru berangkat ke Medan dan menyambung fery menuju Malaysia. Di sana ia dititip pada agen lain dan sempat bekerja selama satu minggu. ”Di rumah majikan pertama yang orang melayu saya diperlakukan baik. Seminggu kemudian dijemput agen lain dibawa ke majikan kedua yang saya rasakan penderitaan hebat ini,” kata dia dengan suara terbata.

Selama di Malaysia, Zainabon tahu bahwa paspornya ditahan oleh majikan, sehingga ia tak bisa melarikan diri.

Marzuki, adik Zainabon, sebelumnya mengaku sudah mendatangi Nurma meminta penjelasan keberadaan kakaknya yang kehilangan kontak sejak pergi ke Malaysia. Namun selalu diceritakan tidak terjadi apa-apa sehingga Marzuki tidak curiga.

Baru setelah dihubungi oleh pihak terkait mengabarkan kakaknya dalam kondisi sakit akan dibawa pulang Marzuki menaruh curiga. ”Setelah saya melihat sendiri kondisi kakak saya, langsung saya membuat laporan pengaduan ke polisi dan Nurma ditangkap namun saya dengar ditangguhkan penahanannya,” kata Marzuki.

Marzuki pun mendesak aparat kepolisian memproses kasus tersebut dan yang bersalah dihukum. ”Banyak sudah korban seperti kakak saya agar tidak menimpa pada TKW lainnya, semoga hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya,” tandas Marzuki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perekonomian Terpukul karena Covid-19, Bali Terapkan New Normal 9 Juli

Perekonomian Terpukul karena Covid-19, Bali Terapkan New Normal 9 Juli

Regional
Rabu Siang, Gempa Bumi Terjadi di Nias Utara

Rabu Siang, Gempa Bumi Terjadi di Nias Utara

Regional
Siswi SMP Korban Perkosaan Dicabuli Petugas Perlindungan Anak, 8 Orang Diperiksa

Siswi SMP Korban Perkosaan Dicabuli Petugas Perlindungan Anak, 8 Orang Diperiksa

Regional
Buruh Tebu Merelakan Motornya Dirampas agar Tidak Diperkosa

Buruh Tebu Merelakan Motornya Dirampas agar Tidak Diperkosa

Regional
Minta Perlindungan Kasus Perkosaan, Bocah 13 Tahun Malah Dicabuli Petugas Berulang Kali hingga Trauma

Minta Perlindungan Kasus Perkosaan, Bocah 13 Tahun Malah Dicabuli Petugas Berulang Kali hingga Trauma

Regional
Ngeri, Detik-detik Pembunuhan Pria Ini Terekam CCTV

Ngeri, Detik-detik Pembunuhan Pria Ini Terekam CCTV

Regional
'Jangan Banyak Bergerak, Melawan Kami Tembak, Kami Cuma Mau Ambil Motor Kamu Saja'

"Jangan Banyak Bergerak, Melawan Kami Tembak, Kami Cuma Mau Ambil Motor Kamu Saja"

Regional
'Saat Mau Rujuk Pasien, Kami Harus Cari Sinyal di Tempat Tinggi'

"Saat Mau Rujuk Pasien, Kami Harus Cari Sinyal di Tempat Tinggi"

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

Regional
Ibu Jual Bayinya Usia 2 Bulan Lewat Facebook, Alasannya Tak Mampu

Ibu Jual Bayinya Usia 2 Bulan Lewat Facebook, Alasannya Tak Mampu

Regional
Pilkada Ponorogo, Calon Petahana Klaim Dapat Dukungan 97 Persen Kursi di DPRD

Pilkada Ponorogo, Calon Petahana Klaim Dapat Dukungan 97 Persen Kursi di DPRD

Regional
Indeks Pembangunan 17 Desa Meningkat, Luwu Utara Bebas dari Desa Sangat Tertinggal

Indeks Pembangunan 17 Desa Meningkat, Luwu Utara Bebas dari Desa Sangat Tertinggal

Regional
Pencari Ikan di Cianjur Ditemukan Tewas, Diduga Bukan karena Covid-19

Pencari Ikan di Cianjur Ditemukan Tewas, Diduga Bukan karena Covid-19

Regional
Keluarga Larikan Jenazah Positif Covid-19 dari Ambulans RSUD Medan, Kasus Diserahkan ke Polisi

Keluarga Larikan Jenazah Positif Covid-19 dari Ambulans RSUD Medan, Kasus Diserahkan ke Polisi

Regional
Polisi: Kebakaran Kapal Tanker Jag Leela di Belawan Akibat Kelalaian, Pelaku Tewas di Lokasi

Polisi: Kebakaran Kapal Tanker Jag Leela di Belawan Akibat Kelalaian, Pelaku Tewas di Lokasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X