3 Rekannya di Drop-Out, Mahasiswa UHO Kendari Boikot Perkuliahan

Kompas.com - 16/09/2014, 05:52 WIB
Mahasiswa memboikot perkuliahan di setiap Fakultas di Universitas Haluoleo dengan cara menumpuk meja dan kursi. Itu dilakukan mahasiswa sebagai protes terhadap kebijakan rektor yang telah mengeluarkan tiga rekannya dari kampus itu. KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATIMahasiswa memboikot perkuliahan di setiap Fakultas di Universitas Haluoleo dengan cara menumpuk meja dan kursi. Itu dilakukan mahasiswa sebagai protes terhadap kebijakan rektor yang telah mengeluarkan tiga rekannya dari kampus itu.
|
EditorFidel Ali Permana


KENDARI, KOMPAS.com - Protes kebijakan rektor Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara lantaran mengeluarkan (Drop out) dua mahasiswa dan skorsing satu orang mahasiswa terus berlanjut di kampus tersebut. Para mahasiswa, Senin (15/9/2014) memboikot kegiatan perkuliahan di setiap fakultas yang ada di Universitas Negeri tersebut.

Sambil berorasi para mahasiswa mengumpulkan kursi dan meja untuk menutup ruangan fakultas. Aksi mereka dimulai dari gedung Fisip, FKIP kemudian long march menuju fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, FIB, Tehnik dan Fakultas Hukum. Para mahasiswa mendesak Rektor UHO, Prof. Usman Rianse, untuk segera mencabut surat keputusan drop out terhadap Filman Ode, Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Haluoleo.

“Rektor harus segera mencabut SK DO terhadap tiga rekan kami yang memimpin lembaga kampus, yakni Filman Ode, Fahreza Eka Putra Sekretaris MPM dan saudara kami Mardamin Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan bisnis. Jika tidak kami tidak akan berhenti melakukan aksi, hari ini perkuliahan kami boikot,” teriak salah seorang mahasiswa.

Tak hanya itu, mereka juga memprotes pelarangan mahasiswa yang berdemonstrasi tanpa izin dari Dekan. “SK drop out dan skorsing itu menyalahi aturan akademik mengenai mekanisme dan prosedur pemberian sanksi drop-out bagi mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi. SK Rektor tidak prosedural, karena sanksi DO harus melalui pertimbangan senat fakultas terlebih dahulu dan tidak bisa dilakukan sepihak oleh Rektor,” tegas orator aksi.


Ketua BEM Universitas Haluoleo Al Munansar mengatakan, mereka akan terus melakukan aksi hingga Rektor mencabut SK Drop-out tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke Ombusdman perwakilan Sultra dan LBH Kendari.

“Kami tidak akan berhenti selama Surat keputusan Rektor soal DO tiga rekan kami tidak dicabut. Masa hanya alasan menggelar aksi saat pembukaan Expo UHO, Rektor harus mengeluarkan rekan kami dari Kampus,” tegasnya.

Selaku orang tua, lanjut Munansar, Rektor melakukan pembinaan bukan langsung mengeluarkan mahasiswa. “Pertimbangannya berdasarkan panduan akademik pasal 26 poin 1 dan 2 tentang pelanggaran peraturan akademik dan etika. Tidak sinkron dengan pasal 5 tentang hak dan kewajiban serta etika, jadi putusan DO oleh rektor sangat emosional,” tukas Al Munansar.

Untuk diketahui, surat keputusan Drop-out tersebut diterbitkan Rektor UHO sejak 2 september lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X