Kompas.com - 12/09/2014, 18:32 WIB
Foto yang diambil dari Baturaden, 14 Agustus 2014, Gunung Slamet mengeluarkan lava pijar. AFP PHOTO / STRFoto yang diambil dari Baturaden, 14 Agustus 2014, Gunung Slamet mengeluarkan lava pijar.
|
EditorFarid Assifa
SEMARANG, KOMPAS.com - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang terus meningkat memaksa pemerintah untuk menerapkan kondisi tanggap darurat. Pemerintah daerah di lima kabupaten bersama Pemprov Jawa Tengah juga menyatakan bersiap diri mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk.

Lima kabupaten yang bakal terkena dampak vulkanik adalah Kabupaten Pemalang, Banyumans, Brebes, Tegal, dan Purbalingga. Kelima daerah tersebut telah diminta untuk terus menjalin komunikasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan, BNPB terus melakukan sosialisasi perkembangan status Gunung Slamet kepada masyarakat. Lima BPBD di lima daerah telah menyiapkan tempat evakuasi untuk menampung warga yang hendak melakukan pengungsian.

Rinciannya, BPBD Kabupaten Brebes menyediakan tempat evakuasi di Ponpes Al-Hikmah II Desa Benda Kecamatan Silampok; BPBD Purbalingga mendirikan Pos Pemantauan di tiga desa, yaitu di Desa Cendana, Binangun dan Blambangan. Bahkan, BPBD Brebes bertindak lebih jauh dengan melakukan koordinasi dengan 50 pemilik kendaraan truk serta mobil bak terbuka di empat desa yang terdekat dengan Gunung Slamet, yaitu Desa Pandansari, Igir Klanceng, dan Kalikidang Kecamatan Paguyangan, dan Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog.

"Jika diperlukan evakuasi sewaktu-waktu, mereka sudah siap sedia," kata Sutopo, Jumat (12/9/2014).  

Selain hal tersebut, BPBD Jawa Tengah juga telah membagikan 56.000 masker di lima kabupaten. Sutopo pun meminta jika nantinya status Gunung Slamet dinaikkan menjadi Awas, warga di sekitar Slamet segera dievakuasi.

"23.699 warga dari tujuh desa yang berada di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yang berjarak sekitar 5-6 kilometer dari puncak akan dievakuasi ke Gedung Olahraga milik PT Perkebunan Nusantara IX Kebun Semugih, Kecamatan Moga. Kami minta juga agar masyarakat bisa tetap tenang," jelas Sutopo.  

Aktivitas vulkanik Gunung Slamet sendiri meningkat. Pada Jumat sekitar pukul 12.44 WIB telah terjadi letusan dengan dentuman kuat. Kemudian, pada pukul 13.35 WIB, Gunung Slamet kembali mengalami letusan dengan dentuman kuat dan tertutup kabut.  

Berdasarkan pengamatan PVMBG Badan Geologi di Pos Gambuhan, pada Jumat pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB terjadi lima kali gempa letusan dan 124 kali gempa embusan. Sementara pantauan pukul 06.00 WIB – 12.00 WIB terjadi 3 kali letusan abu warna kehitaman dan 7 kali suara dentuman kuat. Dari kegempaan terjadi 7 kali gempa letusan dan 104 kali gempa embusan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X