Mengaku Sedang Mencari Suami, Sulastri Curi Tas di Mushala

Kompas.com - 10/09/2014, 19:44 WIB
Ilustrasi pencurian ShutterstockIlustrasi pencurian
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com - Mengaku hendak mencari suaminya yang hilang, Sulastri Ningsih (46), malah terpergok mencuri tas di RSU Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu (10/9/2014). Ibu rumah tangga ini pun digelandang ke Mapolsek Muntilan bersama barang bukti yang ia curi.

Informasi yang dihimpun, Sulastri mencuri tas milik Sofiatun (48), warga Dusun Kalangan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid. Korban adalah pembesuk yang sedang menunaikan shalat Zuhur di mushala rumah sakit tersebut. Di dalam tas korban berisi uang Rp 900.000, telepon seluler dan jam tangan.

Di hadapan polisi, Sulastri awalnya membantah jika dirinya sengaja mencuri. Warga Dusun Kebo Kuning, Desa Soko, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo itu mengaku hanya sedang mencari suaminya yang menghilang sejak empat bulan lalu. Lantas di tengah pencariannya, ia istirahat dan hendak melakukan shalat di mushala rumah sakit.

"Saya lagi nyari suami saya yang tidak pulang sejak empat bulan lalu. Saya dengar dia telah selingkuh dengan wanita lain," ujar Sulastri sambil menangis.

Ia melanjutkan, niat untuk mencuri timbul saat ia tengah menunggu giliran shalat di mushala. Saat itu ia melihat tas milik seorang ibu yang sedang shalat. Ia menggeser tas itu dan segera menutupinya dengan tas miliknya agar tidak terlihat korban.

"Ternyata Ibu itu tahu, lalu meneriaki saya dan saya mau lari. Saya khilaf mengambil tas, saya menyesal," lanjutnya dengan muka tertunduk.

Sulastri mengaku, terpaksa melakukan tindakan tercela itu lantaran desakan kebutuhan ekonomi. Tiga anaknya masih kecil-kecil, sementara suaminya menghilang entah kemana.

Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika menjelaskan, dari keterangan saksi dan korban, perbuatan pelaku dilakukan saat korban menunaikan shalat Zuhur. Bahkan, korban sampai membatalkan ibadahnya karena mengetahui tas miliknya dibawa lari.

"Korban lalu mengejar pelaku sambil berteriak. Keduanya sempat saling berebut tas. Tapi akhirnya, pelaku ditangkap petugas sekuriti RSU Muntilan dan diserahkan ke Polsek Muntilan,” jelasnya.

Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 900.000, telepon seluler, jam tangan, termasuk tas kain berwarna coklat milik pelaku yang digunakan untuk membungkus tas curiannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sulastri kini mendekam di tahanan Mapolsek Muntilan. Ia terancam pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X