Tolak Hukuman Non-Palu dan Dimutasi, Nelson Sitanggang Dipecat sebagai Hakim

Kompas.com - 10/09/2014, 17:44 WIB
Nelson Sitanggang menangis TRIBUNNEWS.COM/ERIK SINAGANelson Sitanggang menangis
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com -
Nelson Sitanggang (49) dipecat dari profesinya sebagai hakim. Nelson diberhentikan dengan tetap dengan hak pensiun melalui keputusan Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang digelar Mahkamah Agung (MA) bersama Komisi Yudisial (KY) di Gedung MA, Jakarta, Rabu (10/9/2014) sore.

"Menjatuhkan hukuman disiplin dengan disiplin berat berupa pemberhentian tetap dengan pensiun," ujar Imron Anwari, Ketua Kamar Militer MA sebagai ketua MKH.

Majelis hakim menilai Nelson terbukti melanggar surat keputusan bersama Ketua MA dengan Ketua KY tahun 2009 tentang Kode Etik Pedoman dan Perilaku Hakim dan peraturan bersama tahun 2012 tentang kode etik panduan dan perilaku hakim khususnya prinsip bertanggung jawab, berperilaku rendah hati, dan berdisiplin tinggi.

Susunan Majelis MKH tersebut, yakni Imron, Burhan Dahlan (hakim agung), Irfan Fachrudin (hakim agung), Taufiqurrahman Syahuri (KY), Ibrahim (KY), dan Imam Anshori Saleh (KY).

Nelson enggan melaksanakan hukuman nonpalu selama setahun dan menolak dimutasi dari Pengadilan Negeri Jambi ke Pengadilan Tinggi Jambi. (baca: Hakim Tipikor Mengundurkan Diri)

Nelson melalui SK KMA Nomor 08/DJU/KT.02.2/III/2013 tanggal 14 Maret 2013 dihukum nonpalu setahun dan dimutasi ke Pengadilan Tinggi Jambi. Namun, Nelson tidak melaksanakan putusan tersebut dan berdalih kondisi stroke yang menimpa dirinya kali mengakibatkan dia tidak bisa ke kantor.

Nelson memang telah mengajukan peninjauan kembali atas sanksi nonpalu tersebut. Namun, PK tersebut ditolak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Imron mengingatkan bahwa putusan MKH kali ini adalah yang pertama dan terakhir. Imron mengingatkan tidak ada lagi upaya hukum atas pemecatan dirinya melalui MKH.

"Persidangan ini pertama dan terakhir. Tidak ada banding, itu lah yang kita putuskan hari ini," tegas Imron. Nelson pun mengaku mengerti setelah ditanya Imron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.