Camat Babak Belur Dipukuli Polisi, Ratusan PNS Turun ke Jalan

Kompas.com - 10/09/2014, 14:13 WIB
Camat Waplau, Kabupaten Buru, Maluku Azis Tomia yang menjadi korban pengeroyokan delapan anggota polisi Polres Buru sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Latumeten Ambon. Rabu (10/9/2014) korban dirujuk ke rumah sakit itu setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit Namlea KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYCamat Waplau, Kabupaten Buru, Maluku Azis Tomia yang menjadi korban pengeroyokan delapan anggota polisi Polres Buru sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Latumeten Ambon. Rabu (10/9/2014) korban dirujuk ke rumah sakit itu setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit Namlea
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Buru, Maluku berunjuk rasa dengan cara turun ke jalan-jalan di Kota Namlea, ibu kota kabupaten tersebut, Rabu (10/9/2014).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan penganiayaan yang dilakukan delapan anggota polisi terhadap Camat Waplau, Azis Tomia hingga menyebabkan korban terluka parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, demo ratusan PNS yang memprotes aksi main hakim sendiri anggota polisi ini dilakukan para PNS dengan memakai pakaian dinas. Aksi dilakukan dengan longmarch ke pusat kota Namlea.

Kepala bagian Humas Pemerintah Kabupaten Buru, Istanto yang dihubungi dari Ambon membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Menurut dia, aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan solidaritas terhadap korban atas perlakuan para pelaku.

“Aksi ini dilakukan karena para PNS merasa kecewa terhadap aksi penganiayaan itu, mereka tidak terima dan langsung melakukan aksi protes,” ungkap dia.

Menurut Istanto, aksi tersebut dilakukan ratusan PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru, usai aksi para PNS kembali lagi ke kantornya untuk beraktivitas. Ada pun tuntutan yang disampaikan para PNS yakni meminta pimpinan kepolisian di Maluku dapat melakukan proses hukum kepada para pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pengunjuk rasa juga meminta agar para pelaku tidak dilindungi dan dapat segera diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, aksi unjuk rasa juga dilakukan sejumlah elemen mahasiswa, LSM dan KNPI Kabupaten Buru pada Selasa kemarin di Kantor DPRD setempat. Masa meminta agar para pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.

Camat Waplau, Azis Tomia dikeroyok delapan anggota polisi dari kesatuan Sahbara hingga babak belur, pada Selasa kemarin. Akibat pengeroyokan itu korban menderita luka parah di bagian wajah dan sekujur tubuhnya dan harus dirawat intensif di rumah sakit.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.