Kompas.com - 09/09/2014, 07:13 WIB
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dolvianus Kolo, menumpang angkutan kota, saat pulang kerja dari tempat tugasnya, Senin (8/9/2014). Kompas.com/Sigiranus Marutho BereAnggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dolvianus Kolo, menumpang angkutan kota, saat pulang kerja dari tempat tugasnya, Senin (8/9/2014).
|
EditorHindra Liauw
KUPANG, KOMPAS.com — Sosok anggota DPRD Kupang periode 2014-2019, Dolvianus Kolo (36), bisa jadi berbeda dengan politisi umumnya. Jika politisi umumnya bergaya hidup mewah, hal ini tidak terjadi pada diri Dolvi, demikian ia biasa disapa.

Ketika melakukan rutinitasnya ke kantor, Dolvi, anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, menggunakan jasa angkutan kota (angkot). Anggota dewan kelahiran Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, ini mengaku tidak pernah merasa minder.

"Saya memang tidak ada mobil maupun motor. Sebelum terpilih, saya juga tidak ada mobil sehingga kalau ke kantor, saya naik angkot atau ojek, dan bahkan jalan kaki, apalagi jarak dari rumah ke kantor dua kilometer saja," kata Dolvi ketika ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Senin (8/9/2014) siang.

Dolvi mengaku memperoleh keuntungan ketika menggunakan angkutan umum, seperti bisa mendengar pembicaraan para penumpang. Dolvi menegaskan, apa yang dilakukannya itu bukan bagian dari pencitraan.

”Kalau pencitraan itu, orangnya punya mobil, tapi pura-pura naik angkot. Tapi, saya memang benar-benar tidak ada motor, apalagi mobil," ungkapnya santai.

Bahkan, kata Dolvi, rumah yang kini ditempatinya bersama istri dan empat orang anak di Gua Lourdes adalah milik mertuanya.

Kesederhanaan Dolvi memang sudah terbawa sejak ia masih menjabat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa TTU (IMATTU) periode 2001-2002 dan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia cabang Kupang periode 2005-2007, serta anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTU periode 2009-2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, Dolvi mengaku berencana untuk membeli mobil. Hanya, rencana itu tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat.

"Yang pasti kita tabung dulu dalam dua atau tiga tahun, baru bisa beli mobil. Tetapi, bagi saya lebih baik uang itu disimpan untuk biaya sekolah anak nanti daripada harus beli mobil," kata Dolvi. Bersambung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X