Kompas.com - 08/09/2014, 16:55 WIB
Ratusan PKL Kota Cirebon, berunjuk rasa menolak rencana relokasi PKL dengan menutupi sepanjang jalan protokol, membawa keranda mayat, pocong-pocongan, dan poster, hingga kantor Wali Kota Cirebon, Senin (8/9/2014). KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonRatusan PKL Kota Cirebon, berunjuk rasa menolak rencana relokasi PKL dengan menutupi sepanjang jalan protokol, membawa keranda mayat, pocong-pocongan, dan poster, hingga kantor Wali Kota Cirebon, Senin (8/9/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di ruas jalan protokol dan pusat Kota Cirebon, Jawa Barat, berunjuk rasa di sepanjang jalan Siliwangi hingga Kantor Wali Kota, Senin siang (8/9/2014).

Dengan menolak rencana relokasi, mereka berjalan kaki, menutupi jalan hingga membuat kemacetan panjang. Selama berjalan kaki, ratusan pedagang berorasi dan meneriakan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.

Mereka juga menggotong keranda mayat, kemudian beberapa orang yang didandani pocong-pocongan, lengkap dengan poster-poster yang bertuliskan kekecewaan terhadap pemerintahan. Bahkan, setibanya di depan Kantor Wali Kota, pedagang menaburi dan melempari bunga tujuh rupa di keranda mayat yang dihadang petugas Kepolisian Resor Cirebon Kota.

“Wali Kota Cirebon sepertinya sudah meninggal. Rakyat sudah tak punya pemimpin. Dan Kita harus tetap berdagang kembali untuk dapat makan,” tegas Asep Rambo di jalanan, di depan Kantor Wali Kota.

Koordinator aksi, Yunus (45), menilai keputusan penertiban dan relokasi PKL terjadi secara sepihak, dan mendadak. Mereka yang biasa berdagang di Jalan Siliwangi, Kartini, Cipto Mangunkusumo, dan Pemuda, memutuskan akan tetap bertahan, dan menolak untuk direlokasikan ke kawasan British American Tobacco (BAT).

“Kami datang ke Kantor Wali Kota ini ingin bertemu Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, tapi tak ada satupun yang menemui kami. Jadi, malam ini (Senin, 8/9/2014), kami akan kembali berdagang di tempat semula, setelah beberapa hari di larang,” tegas Yunus.

Di lokasi awal, para PKL sudah mendapat banyak pelanggan, sedangkan di BAT, mereka adalah pendatang baru. Kawasan BAT pun dianggap masih sepi dari lalu lalang pengguna kendaraan, dan warga. Warga hanya sesekali menjadikan BAT sebagai tempat istirahat.

Agus Mulyadi, bagian perekonomian dan kesejahteraan rakyat pemerintah Kota Cirebon, yang hadir di tengah unjuk rasa, berusaha menjelaskan rencana relokasi namun tak mereka hiraukan. Tak mendapatkan hasil, ratusan PKL kemudian bergeser dan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon.

Mereka yang ditemui Ketua DPRD Edi Suripno dan beberapa anggota dewan lainnya, kembali menyampaikan penolakan relokasi pemerintah. “Kami dengarkan aspirasi dan keluhan bapak ibu, terkait dengan keputusannya, kami harus berdiskusi bersama eksekutif, dan bahkan perwakilan dari para PKL,” kata Edi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.