Kompas.com - 08/09/2014, 14:26 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com — "Mau kerja apa lagi? Tidak ada pilihan lagi. Saat ditawarin jadi penyiar radio ya sudah saya iya saja. Kan tinggal mengoperasikan komputer atau player VCD. Sudah gitu aja," kata Yuli, salah satu penyiar radio karaoke di salah satu kafe di wilayah Banyuwangi Selatan, beberapa waktu lalu.

Yuli awalnya menolak bertemu dengan Kompas.com di radio tempatnya bekerja dengan alasan tidak enak dengan pemiliknya. "Di kafe saja. Nanti saya diberhentikan sama yang punya," kilah dia.

Awalnya, Yuli (27) merupakan ibu rumah tangga. Namun, dua tahun terakhir, dia bercerai dengan suaminya. "Suami saya cemburu karena saya suka karaoke di radio. Akhirnya dia main tangan. Saya kan cuma ngilangin stres di rumah. Dia juga enggak kerja. Ya sudah kami cerai," ujar Yuli.

Akibat sering bernyanyi di salah satu radio, akhirnya dia diajak menjadi penyiar oleh pemiliknya. "Diajarin sama yang punya buat mengoperasikan alat dan gampang ternyata. Sudah 1,5 tahun saya jadi penyiar, tapi pindah-pindah. Ini radio keempat saya," kata dia sambil tertawa.

Perempuan yang saat itu menggunakan kaus ketat berwarna biru muda menjelaskan alasan dia pindah ialah karena ia bermasalah dengan pelanggan dan pemilik radio. "Biasanya pelanggannya tidak mau antre karaoke, jadi bertengkar, terus saya ditegur sama pemiliknya. Daripada enggak nyaman, ya sudah keluar saja," kata Yuli.

Dalam satu hari, rata-rata ia bisa mendapatkan uang minimal Rp 200.000 yang kebanyakan didapatkan dari saweran pelanggan. "Sering dapat bonus pas diajak duet atau kembalian yang tidak diambil. Lumayan kan? Kalau pulsa itu pasti. Bahkan, kadang-kadang mereka kirim pesannya ke handphone pribadi, bukan ke handphone studio," ungkap Yuli.

Bahkan, sesekali ia juga melayani kencan dengan pelanggan karaoke di tempatnya bekerja. "Awalnya mereka goda-goda gitu. Terus berlanjut di-SMS. Mereka mengajak kencan. Tapi, saya tidak mau di radio, harus di luar setelah saya kerja. Tidak setiap hari kok. Tarifnya juga terserah yang ngasih. Minimal sih Rp 150.000. Kencannya di hotel, mereka yang harus bayar," kata Yuli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walaupun ia berkencan dengan pelanggannya, Yuli menolak di sebut PSK (pekerja seks komersial). "Saya kan nggak jualan. Mereka ajak, saya mau dan dikasih uang. Kencannya juga bukan di (kawasan) lokalisasi. Eh tapi enggak semuanya penyiar radio kayak saya ya," kata dia sambil tertawa.

Yuli mengaku banyak radio lain yang memintanya untuk menjadi penyiar dengan alasan ia mempunyai pelanggan karaoke yang banyak. "Kalau saya pindah, biasanya saya ajak semua pelanggan saya untuk pindah radio untuk karaokean," ujar Yuli.

Ibu satu anak tersebut mengaku tidak mengetahui teori tentang kepenyiaran karena yang terpenting adalah ia bisa bernyanyi dan bisa mengajak orang datang. "Semakin banyak yang datang, semakin banyak uang yang didapatkan. Pemiliknya juga enggak pernah ngajari teori-teori kayak gitu. Yang penting ada penghasilan buat mereka," kata dia.

Yuli mengaku keluarganya tidak curiga dengan profesi tambahan yang ia lakukan. "Yang mereka tahu saya penyiar. Ya sudah gitu saja. Saya juga ndak pernah pake baju macem-macem. Ya biasa aja kayak gini. Yang penting saya pulang bawa uang," ujar perempuan yang masih tinggal bersama dengan orangtuanya ini.

"Bayangkan saya harus menghidupi bapak ibu yang sudah tua, adik yang masih sekolah, dan anak saya yang masih kecil. Yang penting saya enggak merugikan orang lain," ujarnya menutup pembicaraan.

***

Baca juga:
Bahaya Radio "Karaoke", Pilot di Pesawat Pun Terganggu Musik Dangdut
Radio Karaoke, dari Bernyanyi hingga Selingkuh Ada di Sini...



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.