Soal Janin Pindah ke Rahim Ibu Lain, Ini Kesaksian Bidan Desa - Kompas.com

Soal Janin Pindah ke Rahim Ibu Lain, Ini Kesaksian Bidan Desa

Kompas.com - 08/09/2014, 11:03 WIB
Kompas.com/ Syahrul Munir Ida Ariyani (berkaos putih) bercengkerama dengan tetangga di rumahnya di Dusun Watugajah, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang.
UNGARAN, KOMPAS.com — Bidan Desa Candirejo, Indah Yunita, berkisah tentang janin yang berpindah rahim dari Zumiyati (35) ke rahim Ida Ariyani (30), warga Dusun Watugajah, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang.

Sebagai bidan desa, Indah Yunita mempunyai kewajiban sebulan sekali mengunjungi setiap dusun yang ada di Desa Candirejo untuk memeriksa kesehatan ibu-ibu yang hamil serta anak-anak balita.

Di antara tujuh dusun di Desa Candirejo, Watugajah termasuk dusun yang terpencil dan sulit dijangkau. Biasanya, Ida datang ke Watugajah didampingi oleh tim kesehatan dari Puskesmas Pringapus dengan menumpang mobil puskesmas keliling.

Saat itu, sewaktu kunjungan ke Posyandu Dusun Watugajah sekitar bulan Mei 2014, seperti biasanya, ibu-ibu, terutama yang hamil, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya, termasuk Zumiyati (35).


Saat itu, menurut Indah, terdapat hal yang tidak lazim pada kandungan Zumiyati, yakni kondisi perutnya tidak sesuai dengan umur kandungannya. Padahal, setiap bulannya, Indah selalu memeriksa kandungan Zumiyati dan secara medis Zumiyati sudah hamil lima bulan.

"Saya juga heran, soalnya Bu Zum sebelum Mei saya periksa memang sudah ada balotemen-nya (sensasi akan adanya benda terapung dalam cairan. Tanda ini biasanya muncul pada minggu 16-20 kehamilan). Nah waktu saya periksa itu, kok sudah tidak ada," tutur Indah, saat dihubungi Minggu (7/8/2014) malam.

Keheranan dengan apa yang ia temukan, Indah kemudian bertanya dengan sedikit mendesak kepada Zumiyati apakah dirinya benar-benar hamil? "Dia menjawab merasa hamil beneran, soalnya telat menstruasi, ngidam, mual, dan muntah katanya," ujar Indah.

Tidak ingin berspekulasi dengan apa yang ia temukan, Indah lantas menyarankan Zumiyati menjalani pemeriksaan USG (ultrasonografi) ke dokter kandungan atau rumah sakit demi mengetahui umur kandungan yang sebenarnya.

Selang satu bulan berikutnya, bulan Juni, tibalah jadwal kunjungan posyandu di Dusun Watugajah. Zumiyati yang biasanya datang ke posyandu tidak menampakkan batang hidungnya. Namun, saat itu, jumlah ibu hamil yang memeriksakan diri bertambah satu orang, yakni Ida Ariyani (30), yang tak lain istri Mohammad Daerofi (33), adik kandung dari Zumiyati.

Ida yang tidak pernah memeriksakan diri sebelumnya tiba-tiba mengaku sudah hamil enam bulan. Singkat cerita, Ida kemudian menceritakan ihwal kehamilannya yang mendadak itu kepada bidan desa itu.

"Dia cerita kalau dia yang dulu mengantar Bu Zum USG di rumah sakit. Kata dokter, kandungan kakaknya itu tidak ada bayinya. Terus tahu-tahu berapa hari kemudian katanya Mbak Ida yang hamil," kata Indah menirukan Ida.

Ida menceritakan pertama kali mengetahui dirinya hamil setelah dipijat oleh Ny Supiyem yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Saat itu, kata dia, perutnya juga tiba-tiba sudah membesar seperti orang hamil pada umumnya.

"Kalau menurut menstruasinya, umur janinnya saat itu antara 7-8 bulan. Hamilnya sudah besar, sebesar perutnya Mbak Zum yang hilang katanya," ujar Indah.

Fenomena kehamilan Ida, menurut Indah, merupakan hal biasa dalam dunia medis. Meski merupakan akseptor KB, Ida masih dimungkinkan bisa hamil. "Yang saya herankan itu adalah hilangnya janin di perut Mbak Zum (Zumiyati). Sebab, saya sendiri yang memeriksa setiap bulan saat ada kegiatan posyandu di dusun itu. Apakah kemudian pindah ke perut adiknya, itu dalam teori kedokteran tidak ada tanpa tindakan medis seperti operasi," kata dia.

Saat ini, menurut Indah, usia kandungan Ida sudah memasuki usia 34 minggu atau hampir sembilan bulan. "Saat Agustus lalu ke sana, saya periksa janin di kandungan Mbak Ida bagus," kata dia.

Baca juga: Aneh, Janin di Kandungan Zumiyati Pindah ke Perut Adik Iparnya


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Internasional
Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Edukasi
Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan
Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Regional
Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Megapolitan
Ingin Segera Akhiri 'Shutdown', Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Ingin Segera Akhiri "Shutdown", Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Internasional
Nah Ini Dia, 8 'Zona Nyaman' Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Nah Ini Dia, 8 "Zona Nyaman" Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Edukasi
Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Regional
Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Megapolitan
Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Regional
Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Edukasi
54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

Edukasi
Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Regional
Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Edukasi
Mengintip Keseruan 'Holland Scholarship Day (HSD) 2019'

Mengintip Keseruan "Holland Scholarship Day (HSD) 2019"

Edukasi

Close Ads X