Kompas.com - 07/09/2014, 23:33 WIB
Para penari berpose setelah menari cakalele saat menyambut rombongan Kementerian Perhubungan di Bandar Udara Mali, Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/8). KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQPara penari berpose setelah menari cakalele saat menyambut rombongan Kementerian Perhubungan di Bandar Udara Mali, Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/8).
EditorHindra Liauw
Oleh:

KOMPAS.com - Dengan pesawat penerbangan perintis, kita bisa ”melompat” dari satu pulau ke pulau lain di Nusantara. Penuh tantangan, tetapi juga penuh keindahan, dan romantika rakyat yang ingin terbang.

”Terrain… terrain… terrain…!” bunyi itu terdengar belasan kali saat pesawat yang kami tumpangi lepas landas dari Bandar Udara Banda Neira, Maluku. Di bawah kami terbentang lautan Kepulauan Banda, sementara di depan berdiri kokoh perbukitan. Sesekali pesawat terasa anjlok.

Tangan penumpang berpegangan di samping tempat duduk. Suasana menegang. Pesawat hening sehingga teriakan dari alat enhanced ground proximity warning system (EGPWS) itu terasa makin melengking.

Bunyi dari alat EGPWS itu merupakan peringatan bahwa pesawat terlalu dekat dengan halangan. Jika dalam 30 detik pilot gagal bermanuver, pesawat mengalami kecelakaan. Kali itu, nyawa kami benar-benar bergantung pada kecakapan Kapten Boby A Subagio sebagai pilot.

Selang beberapa detik kemudian, Kapten Boby bermanuver dengan membelokkan pesawat Kalibrasi Model B200GT itu ke kiri, meninggalkan Banda menuju Bandara KS Tubun di Langgur, Tual. Begitu pesawat melesat meninggalkan Banda, Boby berkata, ”Sudah aman.”

Para penumpang antara lain Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Direktur Bandara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono tampak lega. Ruang kabin pun menghangat dengan beragam obrolan.

Bandara terekstrem

Bandara Banda Neira di Pulau Neira itu diapit Pulau Banda Besar dan Pulau Gunung Api. Panjang landasan hanya 900 meter, yang dihadang laut di setiap ujung. Itu menyulitkan. Hal lain adalah turbulensi akibat angin yang menabrak perbukitan dan kondisi pesawat penuh muatan.

Boby sudah menghitung dengan detail dan menyimpulkan, sangat sulit lepas landas di Banda Neira. Dia telah mempersiapkan diri dengan beristirahat sampai 12 jam sebelum penerbangan. Bahkan, kepada Bambang Tjahjono, Boby mengatakan, ”Kalau gagal take-off, ya kita nyebur laut. Ini kemungkinan terburuk.”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.