Kompas.com - 05/09/2014, 15:15 WIB
Temuan limbah kulit sepatu yang diolah menjadi bahan makanan di Cirebon. KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonTemuan limbah kulit sepatu yang diolah menjadi bahan makanan di Cirebon.
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com - Kasus temuan bahan makanan yang diolah dari limbah kulit sepatu, dan menggunakan zat kimia berbahaya, ditanggapi instansi terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, berjanji akan segera "turun tangan" menangani kasus tersebut.

"Kami sudah mendengar kabar, dan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, untuk memeriksa kandungan bahan makanan secara ilmiah, sekaligus perizinan perusahaan tersebut," tegas Anang, Kepala Bina Perilaku Penyehatan Lingkungan (BPPL) urusan makanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jumat (5/9/2014).

Selain berjanji akan segera turun tangan, saat dihubungi melalui selular, Anang mengaku kecewa, akan maraknya praktik pengolahan makanan yang menggunakan zat kimia berbahaya untuk dikonsumsi khalayak banyak.

"Kalau memang terbukti menggunakan zat kimia, jelas bahan makanan itu (cekcek, kikil, dan hasil produksi lainnya-red) sangat membahayakan kita semua. Ini akan menjadi fokus pengawasan kita selanjutnya," kata Anang.

Namun, saat ditanya terkait proses koordinasi dengan petugas Kepolisian Cirebon Kota yang sedang menangani kasus tersebut, Anang mengaku belum mendapatkan kabar dan informasi apapun. Meski demikian, Anang berjanji akan memeriksa temuan kasus dugaan makanan dari limbah kulit sepatu berzat kimia.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha industri rumahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengolah dan memproduksi makanan dari bahan dasar limbah kulit sapi, yang diduga bekas jas, jaket, tas, dan sepatu. Pelaku industri itu kemudian ditangkap satuan Reskrim Polres Cirebon Kota, Kamis (5/9/2014) kemarin.

Pengusaha berinisial AS (47) warga Desa Tengah Tani, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon itu, diduga mengolah bahan makanan yang sarat akan zat kimia berbahaya. Celakanya, ia telah 10 tahun beroperasi, tanpa mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan dan Badan Pemeriksa Obat Dan Makanan (BPOM) setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di industri rumahan milik AS, petugas mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk memproduksi, antara lain: potongan kulit sapi yang diduga limbah bahan jaket sepatu tas, kulit setengah matang, dan kulit yang sudah siap dijual. Mengagetkan pula, polisi menyita beberapa kilogram tawas, kapur, pasir, garam, dan beberapa zat kimia lainnya untuk memproduksi kulit limbah tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.