Kepala Kemenag Semarang Akui Ada Pungutan Tambahan bagi Calon Haji

Kompas.com - 04/09/2014, 15:53 WIB
 Bazar oleh-oleh haji di halaman Pendopo Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (3/9/2014) siang.
kompas.com/syahrul munir Bazar oleh-oleh haji di halaman Pendopo Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (3/9/2014) siang.
|
EditorFarid Assifa
UNGARAN, KOMPAS.com — Kementerian Agama Kabupaten Semarang memastikan bahwa pungutan tambahan bagi setiap calon jemaah haji sebesar Rp 425.000 merupakan di luar ketentuan Kemenag. Pungutan itu lebih sebagai hasil kesepakatan internal jemaah untuk membiayai sejumlah kebutuhan di luar biaya operasional yang telah ditutup oleh Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH).

"Artinya, kebijakan itu murni merupakan hasil keputusan musyawarah jemaah di luar ketentuan BPIH. Untuk manajemen anggaran tersebut dikelola sendiri oleh pihak jemaah haji," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Subadi, ketika dihubungi, Kamis (4/9/2014) siang.

Subadi menjelaskan, setiap musim haji, Pemkab Semarang telah menyediakan akomodasi berupa fasilitas bus yang digunakan untuk mengangkut jemaah menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

"Fasilitas bus tersebut sudah termasuk juga untuk biaya lain bagi seluruh jemaah. Sebut saja untuk biaya makanan ringan serta ongkos sopir bus," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Urusan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Muhtarom, mengatakan, biaya tambahan tersebut sah-sah saja dipungut jika dinilai sebagai sebuah kebutuhan sekunder yang mendesak bagi kepentingan seluruh jemaah. Asalkan, hal ini sudah ada persetujuan dan kesepakatan bersama dari para jemaah haji.

"Baik atau buruknya pungutan itu kan para jemaah sendiri yang merasakan. Jika memang sudah disepakati oleh mereka sendiri, ya mengapa tidak. Intinya jangan sampai ada yang dirugikan, " kata Muhtarom.

Pihak Pemkab Semarang, kata Muhtarom, pada musim haji tahun ini telah memfasillitasi sedikitnya 13 bus guna keperluan transportasi jemaah haji dari Kabupaten Semarang menuju Donohudan, Boyolali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diberitakan, sebanyak 513 calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang dimintai pungutan Rp 425.000 per orang di luar biaya resmi. Pihak penyelenggara beralasan, pungutan itu untuk menutup biaya akomodasi menuju bandara dan biaya sewa truk pengangkut barang jemaah. Padahal, fasilitas bus yang mengangkut jemaah sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. (Selengkapnya baca: Calon Haji Semarang Dipungut Biaya untuk Beli Bendera dan Angkut Koper)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.