Kompas.com - 03/09/2014, 15:14 WIB
Dua tersangka kurir narkotika jaringan Jakarta-Solo, AI dan AM, saat gelar perkara di Semarang, Rabu (3/9/2014) Kompas.com/Nazar NurdinDua tersangka kurir narkotika jaringan Jakarta-Solo, AI dan AM, saat gelar perkara di Semarang, Rabu (3/9/2014)
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com – Seorang narapidana kasus narkotika yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ditetapkan sebagai pengendali narkoba jaringan Jakarta-Solo.

Narapidana tersebut berinisial WY, yang tinggal dalam Blok E-10 di lapas tersebut. Temuan ini terungkap setelah tim dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah membekuk dua kurir yang membawa sabu-sabu seberat 50,8 gram, beserta alat komunikasi berupa telepon genggam.

Kedua kurir yang ditangkap berinisial AI dan AM yang ditangkap di luar Stasiun Balapan Solo. Setelah dilakukan upaya pengembangan, BNN kemudian memperoleh hubungan antara dua kurir tersebut dan narapidana WY melalui perangkat ponsel.

Diketahui kemudian, WY memandu para kurir untuk mengambil dan mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kota Surakarta dan Sragen. “Tersangka WY ini masih sudah dipenjara tujuh tahun karena masalah narkoba. Dia sedang mengajukan upaya pembebasan bersyarat,” kata Kepala BNNP Jateng, Kombes Pol Soetarmono di Semarang, Rabu (3/9/2014).

BNN bersama dengan aparat Kantor Kemenkumham Jateng kemudian melakukan penggeledahan di tempat WY ini ditahan. Di sana, tambah Soetarmono, tim menemukan barang bukti berupa satu buah ponsel Nokia warna hitam yang ditengarai digunakan oleh tersangka WY.

Tim gabungan juga menemukan bahwa ponsel tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas e-Banking untuk melakukan kegiatan bisnis narkoba. Kini, semua barang bukti disita oleh penyidik BNNP.

Selain menetapkan pelaku, BNN juga telah menemukan bukti lain ketika menggeledah rumah tersangka AM di Kampung Sangkrah Surakarta. Di tempat itu, petugas menemukan 166 butir ekstasi warna hijau atau tapal kuda, dan warna pink, beserta alat timbangan digital dan ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Nilai barang bukti ini ratusan juta. Sabu-sabu saja satu gram yang kelas satu bisa seharga Rp 1-2 juta. Sementara satu buah ekstasi seharga Rp 300 ribu. Bisa lebih dari Rp 100 juta nilainya,” cetus dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.