Kompas.com - 02/09/2014, 19:23 WIB
Florence kembali menyampaikan permintaan maafnya usai menjalani sidang kode etik KOMPAS.com/wijaya kusumaFlorence kembali menyampaikan permintaan maafnya usai menjalani sidang kode etik
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Setelah tiga jam meminta klarifikasi terhadap Florence Sihombing, Komite Etik Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan telah terjadi pelanggaran etiket dalam kategori sedang.

"Setelah mendengar klarifikasi dari Florence dan dari hasil rapat Komite Etik disimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran dalam kategori sedang," jelas Paripurna, Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam jumpa pers, Selasa (2/9/2014).

Paripurna mengungkapkan, pelanggaran yang ditemukan oleh tim Komite Etik belum disampaikan kepada Florence, tetapi telah dikirimkan ke dekan tempat mahasiswi ini menjalani kuliah S-2. Selanjutnya Dekan akan mengolah hasil dari rekomendasi tim Komite Etik Fakultas Hukum UGM.

"Disampaikan kepada dekan baru saja sehingga dekan masih perlu mengolah hasil rekomendasi dari tim etik," ucapnya.

Menurut dia, jika tidak ada halangan, Rabu (3/9/2014) besok akan dikeluarkan surat keputusan berdasarkan rekomendasi tim Komite Etik Fakultas Hukum UGM.

"Insya Allah besok akan dikeluarkan surat keputusannya berdasarkan rekomendasi tim Etik," tegas Pripurna.

Dalam jumpa pers, Paripurna sebagai Dekan Fakultas Hukum UGM dan mewakili seluruh jajaran menyampaikan permintaan maaf atas perbuatan yang dilakukan anak didiknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (2/9/2014) ini, Komite Etik Fakultas Hukum UGM memanggil Florence Sihombing untuk dimintai klarifikasi. Sidang yang digelar di ruang dekan Fakultas Hukum dimulai pukul 13.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB.

Florence Sihombing menjadi buah bibir di media sosial setelah menulis status bernada menghina warga Yogyakarta melalui akun Path miliknya. Florence pun dilaporkan oleh sejumlah LSM ke Polda DIY. Kepolisian sempat menahan mahasiswi ini, tetapi dibebaskan setelah keluarga Florence dan pihak UGM menjadi jaminan untuk penangguhan penahanannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.