Dilarang Beroperasi, Tukang Becak Serbu Kantor Wali Kota

Kompas.com - 28/08/2014, 14:03 WIB
Ratusan penarik becak di kawasan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, berunjukrasa ke kantor Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (28/8/2014). Kompas.com/irwan nugrahaRatusan penarik becak di kawasan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, berunjukrasa ke kantor Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (28/8/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Ratusan tukang becak di kawasan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendatangi kantor Balaikota setempat untuk menemui Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Kamis (28/8/2014) pagi.

Mereka mengaku kecewa karena semua tukang becak dilarang beroperasi di kawasan perkotaan, tepatnya di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya. Para tukang becak tersebut konvoi mengendarai becaknya untuk sampai di Balaikota. Namun, mereka kecewa karena Wali Kota tidak bisa hadir untuk menemui mereka.

Pendemo pun berniat akan terus menempati Balaikota sampai Wali Kota memberikan klarifikasi atas putusan terkait pelarangan tersebut. Selain tukang becak, pendemo pun berasal dari pedagang kaki lima di sepanjang jalan tersebut.

Sebab, selain becak dilarang beroperasi di Jalan HZ Mustofa, ratusan PKL di wilayah itu pun telah dilarang untuk berdagang di kawasan tersebut. "Apakah kami dianaktirikan? Apalagi di dekat kawasan ini ada mal milik Wali Kota, yaitu Mayasari Plaza. Kami minta kepastiannya apakah benar kami harus diusir dari tempat kami mencari nafkah untuk keluarga kami," kata salah seorang perwakilan pendemo di sela aksi unjuk rasa.

Awalnya pendemo mengetahui keputusan itu sesuai pernyataan Wali Kota di sebuah surat kabar lokal Tasikmalaya. Mereka kecewa karena pemimpinnya memutuskan hal itu tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan para tukang becak dan PKL.

Hal itu membuat para tukang becak dan PKL merasa tersinggung dan berang mendatangi kantor Wali Kota untuk memintai keterangan yang sebenarnya. "Kalau ini benar sesuai di koran keputusan Wali Kota, berarti pemimpin kita seorang kapitalis yang mementingkan keuntungan sendiri. Soalnya dia juga kan pengusaha di Tasik. Wali Kota kita kan punya mal," kata dia.

Setelah menunggu sekitar sejam, pendemo pun akhirnya ditemui Sekda Kota Tasikmalaya, Idi S Hidayat.

Menurut Idi, putusan pelarangan beroperasi becak dan PKL di kawasan pusat kota Jalan HZ Mustofa masih sebatas wacana. Dengan demikian, pemerintah belum memastikan kapan rencana penataan kota ini diterapkan di lapangan.

"Ini rencananya belum dipastikan kapan akan diterapkan. Kayaknya ini semangat wartawan yang memberitakan seperti ini sehingga para tukang becak dan PKL jadi resah dan datang ke sini," kata Idi di hadapan para pemdemo.

Idi pun menjelaskan, Wali Kota Tasikmalaya tidak bisa menghadiri dan menemui pendemo karena sedang menemui sebuah acara. Namun, Idi meyakini bahwa pernyataan pemimpinnya tidak akan jauh berbeda dengan dirinya saat ini.

Setelah mendapatkan penjelasan Sekda, para pendemo pun meninggalkan halaman Balaikota dengan penjagaan petugas kepolisian. Namun, mereka tetap akan meminta kepastian kebenaran pernyataan Wali Kota sesuai dengan pemberitaan yang telah dimuat di sebuah media lokal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

80 Boks Keran Air Stadion Jatidiri Semarang Dicuri, Kerugian Capai Rp 135 Juta

80 Boks Keran Air Stadion Jatidiri Semarang Dicuri, Kerugian Capai Rp 135 Juta

Regional
Komplotan Pencuri Material Proyek Stadion Jatidiri Semarang Ditangkap

Komplotan Pencuri Material Proyek Stadion Jatidiri Semarang Ditangkap

Regional
Pungut Sampah di Kompleks Pasar Gede Solo Bisa Dapat Kue Keranjang

Pungut Sampah di Kompleks Pasar Gede Solo Bisa Dapat Kue Keranjang

Regional
Sidang Perdana Kasus Polisi Terbakar di Cianjur Digelar, Keluarga Terdakwa Histeris

Sidang Perdana Kasus Polisi Terbakar di Cianjur Digelar, Keluarga Terdakwa Histeris

Regional
Puncak Musim Hujan Februari, Bupati Sukabumi Ingatkan Aparatnya Siaga

Puncak Musim Hujan Februari, Bupati Sukabumi Ingatkan Aparatnya Siaga

Regional
Setahun Tak Beroperasi, Garuda Indonesia Kembali Buka Penerbangan ke Baubau

Setahun Tak Beroperasi, Garuda Indonesia Kembali Buka Penerbangan ke Baubau

Regional
Tak Senang Dilirik, Pria Ini Pukuli Pengendara yang Lewat hingga Babak Belur

Tak Senang Dilirik, Pria Ini Pukuli Pengendara yang Lewat hingga Babak Belur

Regional
115 Nasabah BNI Kendari Jadi Korban Skimming

115 Nasabah BNI Kendari Jadi Korban Skimming

Regional
Pengemudi Ojek Online Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Pengemudi Ojek Online Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Regional
Berusaha Kabur, Bandar Judi Penculik Siswi SMA Ditembak

Berusaha Kabur, Bandar Judi Penculik Siswi SMA Ditembak

Regional
Disiksa Orangtua Kandungnya, Rizki Sering Kejang-kejang dan Teriak Kesakitan

Disiksa Orangtua Kandungnya, Rizki Sering Kejang-kejang dan Teriak Kesakitan

Regional
Mobil Lindas Pemotor di Bandung Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Mobil Lindas Pemotor di Bandung Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Regional
Agar Tetap Bernilai, Warga Diminta Jaga Keaslian Bunker Peninggalan Belanda di Klaten

Agar Tetap Bernilai, Warga Diminta Jaga Keaslian Bunker Peninggalan Belanda di Klaten

Regional
Berenang di Lubang Galian C, 4 Siswa SMP di Kudus Tewas Tenggelam

Berenang di Lubang Galian C, 4 Siswa SMP di Kudus Tewas Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X