Mengamuk di Acara Lamaran, Warga Yaman Diamankan

Kompas.com - 27/08/2014, 18:56 WIB
Abdullah Omar (kiri) pelaku penganiayaan kepada calon mertua saudaranya. KOMPAS.com/Achmad FaizalAbdullah Omar (kiri) pelaku penganiayaan kepada calon mertua saudaranya.
|
EditorFarid Assifa
SURABAYA, KOMPAS.com - Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya mengamankan seorang pria warga negara Yaman, Abdullah Omar (33) awal pekan lalu. Dia dilaporkan karena telah mengamuk saat prosesi lamaran saudara perempuannya, dan menganiaya calon mertua saudara perempuannya hingga mengalami luka parah di kepala.

Omar yang mengaku baru dua bulan tinggal di Surabaya ini tidak kuasa menahan emosi lantaran saudara perempuannya bersikeras akan menikah dengan warga asli Surabaya, yang tidak lain adalah putra korban penganiayaan.

"Selain sejak awal tidak suka dengan tingkah laku calon suami kakaknya, menurut pelaku, pernikahan tersebut tidak direstui keluarga besar karena menikah dengan warga di luar kebangsaan Yaman," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Aldi Sulaiman, Rabu (27/8/2014).

Selain itu, kata Aldi, warga Jalan Ikan Mungsing VI Surabaya ini kesal karena pihak calon suami saudaranya bersikeras akan melangsungkan pernikahan, padahal yang berhak menikahkan menurut adat kepercayaan pelaku hanyalah dia selaku saudara laki-laki.

Penganiayaan dilakukan saat pihak calon suami melamar saudara perempuan Omar di rumah pelaku, Senin (25/8/2014) lalu.

"Sempat terjadi adu mulut, sebelum korban dihajar pelaku sampai kepalanya retak," jelas Aldi.

Pelaku saat ini diperiksa intensif di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan terancam hukuman lima tahun penjara karena melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X