Lewat Jalur Alternatif, "Guide" Pendaki Tewas di Gunung Rinjani

Kompas.com - 26/08/2014, 21:35 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com - Ryan, seorang pemandu asal Desa Paoq Kambut, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal saat melakukan pendakian di jalur Selatan Rinjani, Timbanuh.
 
"Tadi pagi kami terima laporan ada yang jatuh, langsung kami kirimkan satu tim untuk melakukan evakuasi," kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Agus Budiono, Selasa (26/8/2014).
 
Dari data yang dihimpun, Ryan diperkirakan terjatuh dalam jurang saat perjalanan dari danau Segara Anak menuju Pelawangan, Timbanuh, Minggu (24/8/2014) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.
 
Menurut Agus, alumni mahasiswa IKIP Mataram ini menjadi guide atau pemandu bagi rombongan pencinta alam dari Jakarta. Mereka melakukan pendakian melalui jalur Selatan Rinjani, Timbanuh.
 
Jalur yang dilalui korban, kata Agus, bukanlah jalur resmi pendakian. "Ada dua jalur resmi menuju Rinjani yaitu melalui Senaru dan Sembalun," katanya.
 
Pihaknya sempat mengalami kesulitan mencari korban karena setelah dicek, rombongan ini tidak tercatat oleh petugas. Saat ini, satu tim TNGR telah diturunkan untuk melakukan evakuasi korban.
 
Agus mengimbau kepada seluruh pengunjung yang akan melakukan pendakian ke Gunung Rinjani, agar melalui jalur resmi.

"Sebaiknya melalui jalur resmi, karena jika ada masalah atau kecelakaan bisa lebih cepat ditangani dan dievakuasi," kata Agus.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X