Ikan Laut Dijual Murah, Sandi Ciptakan Pupuk Organik Bio Fish

Kompas.com - 25/08/2014, 13:57 WIB
Sandi dengan produk Bio Fish pupuk cair organik berbahan dasar ikan laut IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM / BANYUWANGISandi dengan produk Bio Fish pupuk cair organik berbahan dasar ikan laut
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tinggal di pelabuhan ikan Muncar dan melihat banyak ikan laut yang dibuang karena harganya murah, membuat Sandi Santoso (25) berpikir kreatif untuk memanafaatkannya.

Dengan proses coba-coba lebih dari 10 tahun, akhirnya ia berhasil "melahirkan" pupuk cair organik dengan bahan utama ikan laut. "Uji coba saat saya masih SMP kelas 2 ketika pelajaran Biologi. Saat itu guru sedang mengajarkan proses pembuatan pupuk kompos dari sampah. Nah akhirnya saya berpikir jika sampah saja bisa menghasilkan pupuk yang bagus apalagi ikan yang tentunya mempunyai nilai protein, kalsium yang masih bagus," kata dia saat di ditemui di rumahnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Demi pembuatan pupuk tersebut, bapak beranak satu tersebut memilih ikan yang masih segar dan bukan ikan yang busuk. "Di sini kan produksi ikan melimpah. Bahkan pernah karena harganya murah, berton-ton ikan lemuru di buang di tengah laut. Harganya kalau dijual bisa Rp 2.000 per kilogram. Ikan-ikan itu yang saya manfaatkan. Kalau pun ada ikan yang tidak bagus bisa sih dimanfaatkan tapi harus dijemur dulu sampai kering baru di proses untuk mengurangi bakteri," kata dia.

Sandi pun menjelaskan proses pembuatan pupuk cair tersebut. "Sederhana sih prosesnya. Ikan dihancurkan menggunakan blender dan dicampur juga dengan beberapa sampah pasar seperti buah dan sayur yang sudah busuk. Setelah itu dicampur dengan tetes tebu dan didiamkan selama 14 hari agar mengalami proses fermentasi," kata dia.

Awalnya produk yang ia buat mengeluarkan bau yang menyengat bahkan sampai diprotes oleh tetangga di sekitarnya. "Saya otak atik dan beberapa kali melakukan ekperimen dan empat tahun lalu saya menemukan formula khusus untuk mengurangi bau. Formulanya juga dari bahan-bahan alami tidak ada unsur kimianya sama sekali," kata dia.

Sehingga dua tahun terakhir ini ia memberikan label pupuk cairnya dengan nama Bio Fish. "Saya sudah mengurusi perizinannnya," kata dia.

Saat ini,  dia menjual pupuk cairnya seharga Rp 15 ribu per liter. Untuk penjualannya ia dibantu oleh temannya yang juga penyalur pupuk kimia. "Satu bulan minimal saya menjual sekitar 400 botol dengan produksi 60 sampai 100 liter per minggu. Penggunanya banyak di wilayah selatan untuk petani padi dan lombok," kata dia.

Sandi juga mengatakan pupuk cairnya pernah di uji lab di Universitas Brawijaya secara gratis. "Saya dibantu untuk meneliti kandungan di dalam pupuk cair dan ternyata kandungannya lengkap seperti pupuk kimia. Tapi ini lebih bagus," kata Sandi sambil menunjukkan surat keterangan dari Universitas Brawijaya.

Untuk menghasilkan satu liter pupuk cair, Sandi membutuhkan setengah sampai 1 kilogram ikan laut. "Ikan apa saja bisa tapi saya memilih ikan yang murah dan saya beli dengan harga antara Rp 200 sampai 4.000 ribu rupiah per kilogram," kata dia.

Lelaki kelahiran 20 Februari 1989 tersebut mempunyai keinginan untuk memproduksi pupuknya secara massal, tapi masih terkendala dengan modal. "Modal saya tidak besar dan ini masih terus akan mengenalkan kepada masyarakat untuk menggunakan pupuk organik agar hidup lebih sehat," tambah dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Pandemi Corona, 165 Perusahaan di Sulsel PHK dan Rumahkan 8.272 Karyawan

Imbas Pandemi Corona, 165 Perusahaan di Sulsel PHK dan Rumahkan 8.272 Karyawan

Regional
UPDATE Corona Jatim 10 April: 33 Kasus Covid-19 Baru, Tersebar di 17 Kabupaten dan Kota

UPDATE Corona Jatim 10 April: 33 Kasus Covid-19 Baru, Tersebar di 17 Kabupaten dan Kota

Regional
14 Orang Pesta Seks di Hotel Makassar, Digerebek Saat 6 Remaja Bugil, Polisi Temukan Sabu

14 Orang Pesta Seks di Hotel Makassar, Digerebek Saat 6 Remaja Bugil, Polisi Temukan Sabu

Regional
Pasutri di Lampung Meninggal dalam Sehari Positif Corona, Dinkes Bilang Bukan Transmisi Lokal

Pasutri di Lampung Meninggal dalam Sehari Positif Corona, Dinkes Bilang Bukan Transmisi Lokal

Regional
Sempat Terputus 13 Jam karena Longsor, Akses Agam-Padang Pariaman Kembali Lancar

Sempat Terputus 13 Jam karena Longsor, Akses Agam-Padang Pariaman Kembali Lancar

Regional
2 Mucikari Fasilitasi 14 Remaja Pesta Seks Ternyata Pasangan Suami Istri

2 Mucikari Fasilitasi 14 Remaja Pesta Seks Ternyata Pasangan Suami Istri

Regional
Penyanyi Dandut Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya, Punya Riwayat Darah Rendah

Penyanyi Dandut Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya, Punya Riwayat Darah Rendah

Regional
Kasus Perdana Covid-19 di Grobogan: TKW dari Hongkong, Pulang Desember 2019, ke Yogyakarta Maret 2020

Kasus Perdana Covid-19 di Grobogan: TKW dari Hongkong, Pulang Desember 2019, ke Yogyakarta Maret 2020

Regional
Sedang Ratakan Sawah, Petani di Aceh Utara Temukan Bom Sepanjang 40 Cm

Sedang Ratakan Sawah, Petani di Aceh Utara Temukan Bom Sepanjang 40 Cm

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Padang Meninggal Diduga Terjangkit Saat Gelar Pernikahan Anak

1 Pasien Positif Covid-19 di Padang Meninggal Diduga Terjangkit Saat Gelar Pernikahan Anak

Regional
Viral, Seorang Kakek Sebut Daun Leben Obat Corona Setelah 3 Kali Bermimpi

Viral, Seorang Kakek Sebut Daun Leben Obat Corona Setelah 3 Kali Bermimpi

Regional
UPDATE Corona di Padang: 18 Kasus Positif, 2 Meninggal

UPDATE Corona di Padang: 18 Kasus Positif, 2 Meninggal

Regional
Mayat Pria dan Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Kontrakan, Keluar Cairan Coklat dari Mulut

Mayat Pria dan Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Kontrakan, Keluar Cairan Coklat dari Mulut

Regional
Kasus Ketiga Positif Corona di Jombang Berasal dari Klaster Asrama Haji Surabaya

Kasus Ketiga Positif Corona di Jombang Berasal dari Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
ASN Ini Dinyatakan Positif Covid-19 Sebelum Lanjutkan Beasiswa S3 ke Amerika

ASN Ini Dinyatakan Positif Covid-19 Sebelum Lanjutkan Beasiswa S3 ke Amerika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X