Kompas.com - 25/08/2014, 09:27 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Anggota DPRD terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa, Theodorus Tahoni batal dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur periode 2014-2019 karena masih menjadi tahanan di Rumah Tahanan Kefamenanu.

Dia terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang warga. Sekretaris DPRD TTU Philipus Palla, Senin (25/8/2014) pagi mengatakan jadwal pelantikan untuk 30 anggota DPRD TTU akan digelar hari ini, namun satu anggota DPRD terpilih masih ditahan, sehingga pihaknya mengajukan permohonan kepada pihak Pengadilan Negeri Kefamenanu.

“Beberapa hari lalu kita sudah ajukan surat ke Pengadilan Negeri untuk minta kalau boleh yang bersangkutan bisa dilantik hari ini sebab menjadi kewenangan pihak pengadilan. Tetapi, sampai saat ini belum ada surat balasan sehingga hari ini kemungkinan hanya 29 orang saja yang dilantik,” kata Philipus.

Menurut Philipus, untuk sementara belum ada rencana untuk menggantikan posisi karena akan dikembalikan ke partai politik ada aturan yang ada. Namun, jika nanti persoalan hukumnya sudah diselesaikan dengan pengadilan, maka akan ada waktu untuk dilantik oleh pimpinan DPRD.

Diberitakan sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Theodorus Tahoni, resmi ditahan oleh aparat Kejaksaan Negeri Kefamenanu karena melakukan penganiayaan terhadap kerabatnya, Bertus Tahoni.

Anggota DPRD dari PKB itu melakukan penganiayaan terhadap Bertus pada Sabtu 10 Agustus 2013 silam, hanya karena masalah kayu yang diperebutkan keduanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Dedie Tri Haryadi, Senin (21/7/2014), mengatakan, Theodorus ditahan sementara di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kefamenanu selama 20 hari ke depan untuk mempermudah proses penyelidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk sementara kita titipkan yang bersangkutan (Theodorus) di Rutan Kefamenanu. Maksud penahanannya agar jangan sampai melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi lagi perbuatannya. Theodorus ditahan karena kasus pengeroyokan dan melanggar Pasal 170 KUHP,” kata Dedie.

Selain menahan Theodorus, Kejaksaan juga menahan ayah Theodorus dan juga dua saudara Thoedorus yang ikut melakukan pengeroyokan. Dengan memakai rompi tahanan Kejaksaan Kefamenanu, Theodorus menaiki mobil tahanan.

Theodorus Tahoni adalah anggota DPRD TTU periode 2009-2014 dan pada pemilu legislatif kemarin, ia terpilih lagi menjadi anggota DPRD TTU periode 2014-2019. Theodorus juga adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten TTU.

Theodorus Tahoni, bersama dua saudara dan ayah kandungnya menganiaya Bertus Tahoni yang masih kerabat dekatnya. Peristiwa itu berawal saat Theodorus datang bersama dua sauadara dan ayahnya ke rumah Bertus Tahoni sembari menanyakan kayu yang digunakan untuk mengganti tiang lopo (rumah adat suku Timor) yang diambil Bertus.

Karena Bertus tidak menjawab dan terus menghindar, amarah Theodorus memuncak. Bertus, warga warga Desa Subun, Kecamatan Insana Barat, TTU, dianiaya Theodorus sekeluarga. Sekujur tubuh pria itu pun mengalami luka lebam.

"Pertama Pak Theodorus putar tangan saya, lalu pukul di wajah hingga memar, setelah itu saya diikat dengan tali dan diseret keliling kuburan. Lihat saja badan saya penuh luka," ungkap Bertus Tahoni di kediamannya, di Desa Subun, Kefamenanu, Minggu 11 Agustus 2013 silam. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.