9 Tahun, Nenek Tugiyem Bolak-balik ke Polres Deli Serdang Mencari Keadilan

Kompas.com - 22/08/2014, 19:38 WIB
EditorFarid Assifa
LUBUKPAKAM, KOMPAS.com — Sesosok wanita tua yang selalu datang ke Polres Deli Serdang, dengan menumpangi becak dan selalu memegang tongkat kayu, menjadi pemandangan tak asing di polres. Dia adalah Tugiyem (79), nenek 7 anak yang saat ini hidup menumpang di rumah saudaranya.

Bagi warga di sekitar Polres Deli Serdang, sosok nenek yang selalu datang dengan memakai sandal jepit ini bukanlah hal yang asing lagi. Ia sudah dikenal warga sejak tahun 2005 dan sudah ratusan kali datang ke Polres Deli Serdang untuk mempertanyakan perkembangan kasusnya.

Pada tahun 2005, tepatnya tanggal 19 Agustus, ia membuat laporan ke Polres Deli Serdang dengan peristiwa pidana dugaan penggelapan dan penipuan sesuai Laporan Polisi No Pol: STPL/485/VIII/2005/SPK DS.

Hingga saat ini, belum juga ada kepastian hukum untuk kasusnya karena polisi belum mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Ini artinya, dari tahun 2005 hingga saat ini, sudah 9 tahun kasusnya mengendap.

"Walah kalau nenek ini dah capek lihatnya datang ke polres. Kasihan kadang awak lihatnya pun, tetapi salut juga enggak nyerah-nyerah dia sama kasusnya. Waktu polres ini masih kantornya kecil, dia ini udah bolak-balik. Ya, itulah sampai sekarang pun masih tetap aja ke sini," ujar warga sekitar Markas Polres Deli Serdang.

Saat diwawancarai Tribun, nenek yang sudah tampak bungkuk itu mengaku tidak ingat lagi berapa kali dia datang ke Polres Deli Serdang. Ia memperkirakan, kedatangannya sudah lebih dari 100 kali.

Nenek Tugiyem berkomitmen, selagi masih bisa bernapas, dia tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan haknya dan melangkah ke polres. Menurut wanita yang sudah menjanda selama 3 tahun ini, lokasi tanah yang ia persoalkan itu berada di Gang Blora, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.

"Gini-gini, Dik, saya ini belum pikun. Saya ini ditipu orang. Dari tahun 2005, saya buat laporan ke sini, tetapi belum juga jelas. Orang yang saya laporkan ini orangnya pun sudah mati, cuma saat ini anak dari yang saya laporkan itu yang menguasai tanah saya. Tanah saya ini ada 8 rante lebih," kata Tugiyem, Jumat (22/8/2014).

Yang ingin dituntutnya saat ini dari kepolisian adalah bisa memenjarakan orang-orang yang menipunya dan saat ini masih hidup. Ia juga mengharapkan agar tanah yang sebelumnya merupakan miliknya bisa dikembalikan.

"Saya ini orang bodoh dulu, buta huruf. Jual tanah ditokohi (ditipu) orang, sekarang udah meninggal orangnya, tetapi (tanahnya) masih dikuasai sama anaknya. Terus ada juga China yang sekarang menguasai tanah saya. SK-nya itu sekarang dikuasai sama mereka," ujar Tugiyem. (dra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.