Kompas.com - 22/08/2014, 14:51 WIB
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam sesi wawancara bersama Kompas.com di kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESKetua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam sesi wawancara bersama Kompas.com di kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) merekomendasikan para pelaku kekerasan seksual yang berujung pada pembunuhan dan mutilasi tujuh orang anak di Riau, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, rekomendasi ini diberikan karena kasus kejahatan terhadap beberapa anak yang menjadi korban itu adalah kejahatan terhadap kemanusian yang amat sadis.

"Perbuatan para pelaku ini perbuatan keji. Mereka juga menjual sebagian organ tubuh korban. Perbuatan-perbuatan ini dilakukan bersama dengan niat dan tujuan bersama," kata Arist, saat ditemui di kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2014).

Menurut Arist, para pelaku dalam aksinya sengaja membujuk, menipu, melakukan kejahatan seksual, dan menculik para korban sampai menghilangkan nyawa para korbannya.

Arist berpendapat, para pelaku seharusnya dijerat dengan pasal berlapis, dengan tuntutan pokoknya pasal 340 KUHP. Sebab, empat tersangka yang masing-masing berinisial MD (20), S (26), DD (19), dan DS (17) telah melakukan perbuatan tersebut secara terencana dan berulang.

Dengan rekomendasi pasal pembunuhan berencana tersebut, Kompas PA berharap para tersangka mendapat ganjaran hukuman yang berat. "Tuntutan pokoknya pasal 340 KUHP. Tetapi kecuali kepada tersangka DP yang masih di bawah umur," ujar Arist.

Arist melanjutkan, pihaknya akan mengupayakan memberikan terapi psikologis untuk saksi kunci dan beberapa korban yang berhasil lolos dari incaran pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arist berharap, pemerintah pemerintah memperhatikan serius kasus yang terjadi di Riau tersebut. Sebab, menurutnya, Riau termasuk daerah yang memiliki kerawanan terhadap kejahatan seksual anak.

Sebelumnya diberitakan, empat pelaku kejahatan disertai pembunuhan terhadap anak itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Riau. Mereka diduga telah memutilasi tujuh orang anak. Kepolisian masih menyelidiki kasus mutilasi tersebut.

Baca juga:
- Polisi Masih Cari Jasad Bocah TK Korban Mutilasi
- Polisi Telusuri Kabar Daging Mutilasi di Pekanbaru Dijadikan Sate oleh Pelaku
- Kabar Pelaku Mutilasi Jual Daging Korban untuk Sate Merugikan Pedagang
- Febrian Pamit Beli Sate Ternyata Jadi Korban Mutilasi


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.