Kompas.com - 21/08/2014, 17:16 WIB
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan, saat memimpin apel kesiapan simulasi kontijensi, yang dipusatkan di Lapangan Tegar Beriman, Komplek Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (18/8/2014). K97-14 KOMPAS.com/ RAMDHAN TRIYADI BEMPAHKapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan, saat memimpin apel kesiapan simulasi kontijensi, yang dipusatkan di Lapangan Tegar Beriman, Komplek Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (18/8/2014). K97-14
|
EditorFarid Assifa
BOGOR, KOMPAS.com — Massa pendukung Prabowo Subianto dari Bogor sempat dihadang aparat kepolisian ketika memasuki pintu Tol Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (21/8/2014) siang.

Suasana sempat tegang ketika massa pendukung Prabowo melakukan protes kepada petugas kepolisian. Sebab, mereka dilarang memasuki Tol Jagorawi untuk menuju Jakarta.

Setelah melakukan dialog dengan aparat, akhirnya massa diperbolehkan masuk ke tol. Salah seorang pendukung Prabowo, Herman, mengatakan, tujuan mereka ke Jakarta bukanlah membuat huru-hara, melainkan ingin datang ke Gedung MK untuk mengawal proses konstitusi terkait putusan sidang sengketa pilpres.

“Kami ke Jakarta atas keinginan sendiri untuk mengawal hasil putusan MK secara konstitusi, bukan ke Jakarta untuk buat onar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Megamendung AKP Asyikin menyatakan, pihaknya mengira massa yang akan berangkat ke Jakarta sebanyak 150 orang sehingga dicegah.

“Namun, setelah dicek, jumlah massanya kurang dari 50 orang, maka diperbolehkan masuk ke Tol Jagorawi,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, massa pendukung Prabowo asal Bogor itu dibawa oleh dua bus wisata. Satu bus berangkat dari Kota Bogor, sedangkan satu bus lagi berangkat dari Puncak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua bus itu berencana menuju ke Jakarta untuk bergabung dengan massa pendukung Prabowo lain yang melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta saat Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan tentang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Satu bus dari Kota Bogor sempat berputar-putar karena tidak bisa masuk ke Tol Jagorawi dari pintu Tol Baranangsiang. Hal itu membuat bus tersebut mengambil jalan Tajur menuju Ciawi untuk masuk tol melewati pintu Tol Gadog.

Hal yang sama terjadi pada rombongan bus dari Puncak yang tidak bisa langsung masuk tol melalui simpang Gadog. Bus dihalangi petugas, dan akhirnya memilih jalan raya Ciawi-Bogor.

Karena di simpang Ciawi bertemu dengan bus dari Kota Bogor, maka kedua bus itu berusaha terus masuk ke Tol Jagorawi. Namun, setelah sampai di depan pintu Tol Gadog, ternyata sudah diblokade oleh aparat keamanan.

Kejadian itu membuat massa turun dari bus untuk memprotes penghadangan tersebut. Setelah terjadi dialog dengan aparat kepolisian, dan polisi melihat jumlah pendukung Prabowo tidak sampai lebih dari 50 orang, akhirnya petugas memperbolehkan kedua bus itu masuk ke pintu Tol Gadog.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.