Din Syamsuddin Siap Jadi Menteri jika Muhammadiyah Beri Izin

Kompas.com - 21/08/2014, 16:21 WIB
Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhamadiyah, hari Kamis (21/8/2014) di Solo. KOMPAS.COM/ M WismabrataDin Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhamadiyah, hari Kamis (21/8/2014) di Solo.
|
EditorCaroline Damanik

SOLO, KOMPAS.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan kesediaannya apabila diminta untuk menjadi salah satu menteri dalam pemerintahan presiden terpilih nanti. Namun, kesediaan itu dengan catatan bahwa ia mendapat izin dari organisasi yang dipimpinnya.

"Saya sanggup, tetapi jika Muhammadiyah mengizinkan," katanya seusai menghadiri acara Pembukaan Kejurnas Dewasa Tapak Suci Putra Muhammadiyah Surakarta di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/8/2014).

Din juga menambahkan bahwa Muhammadiyah akan menyiapkan kader terbaik apabila pemerintahan yang baru nanti meminta mereka bergabung dalam kabinet.

"Muhammadiyah memiliki kader di segala bidang, dan siap apabila dibutuhkan," tambahnya.

Walau demikian, Din menegaskan bahwa Muhammadiyah menghormati hak prerogatif presiden dan wakil presiden terpilih dalam menentukan susunan kabinetnya.

Din mengaku sepakat jika susunan kabinet menteri menjadi ramping pada masa pemerintahan mendatang. Komposisi yang ramping dianggap lebih efektif dan efisien dalam bekerja membantu presiden dan wakil presiden.

"Dengan komposisi yang ramping, tentunya (para menteri) akan lebih bisa berkonsentrasi dan memaksimalkan kerjanya dalam pemerintahan," tandasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X