Kompas.com - 20/08/2014, 17:33 WIB
Arief Pratama, kakak Weni, keduanya korban tsunami Aceh yang baru bertemu kedua orangtuanya di Aceh. KOMPAS.com/ RAJA UMARArief Pratama, kakak Weni, keduanya korban tsunami Aceh yang baru bertemu kedua orangtuanya di Aceh.
|
EditorFarid Assifa

ACEH BARAT – KOMPAS.com
- Keluarga pasangan Jamaliah dan Septi Rangkuti yang sempat kehilangan dua orang anaknya akibat tsunami Aceh pada 2004 lalu, kini sedang berbahagia.

Keluarga yang tinggal di Lorong Kangkung, Desa Panggong, Aceh Barat ini sudah kembali utuh setelah dua orang anaknya, Weni (14) dan Arief Pratama (17) kembali ditemukan setelah hilang selama 10 tahun.

“Alhamdulillah sekarang saya bahagia karena sudah menemukan kedua anak saya ini, walaupun kondisi mental kedua anak saya sekarang sedikit terganggu," kata Jamaliah saat ditemui Kompas.com di rumah keluarganya di Jalan Nasional, Aceh Barat, Selasa (20/8/2014).

Jamaliah sudah pindah tinggal di Desa Tarigonan, Kecamatan Ulubarungun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara sebulan sesudah tsunami karena trauma. Kini ia ingin kembali tinggal di Meulaboh, Aceh Barat untuk memulai hidup barunya dan membesarkan kedua anaknya itu.

“Saya sekarang ingin tinggal lagi di Aceh Barat, tapi kami sudah tidak punya rumah lagi karena telah hancur saat tsunami. Kalau ada bantuan tempat tinggal dari pemerintah setempat, saya akan tinggal lagi di sini," kata Jamaliah. ingin menyekolahkan kedua anaknya itu layaknya anak lain seusia mereka. ujarnya

Menurut Jamaliah, anaknya, Arif yang akrab dipanggil Sholin itu kondisinya kian memprihatinkan, karena selama ini dia menjalani hidup sebagai anak jalanan di Paya Kumbuh, Padang, Sumatera Barat.

“Dia tidak sekolah, tidak mengaji, hidupnya tidak terurus," katanya.

Pengakuan Arief kepada ibunya, sebelum dia pergi dan tinggal di Paya Kumbuh, Padang, remaja ini sebelumnya sempat tinggal di Medan diasuh orang lain. Namun karena tak tahan diperlakukan kasar, Arief pun memilih kabur ke Sumatera Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Makanya dia di sana dipanggil Ucok. Orang tahunya dia dari Medan. Ini di kepalanya ada bekas disiram air panas oleh yang mengasuhnya di Medan," kata Jamaliah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.