Imigrasi Batam Tolak Masuk Warga Singapura karena Tak Sopan

Kompas.com - 20/08/2014, 16:15 WIB
Lima warga berkewarganegaraan asing diamankan petugas Imigrasi Klas I Khusus Batam. Kelima orang ini terdiri WN Myanmar, Malysia, dan Afghanistan. WN Myanmar bernama Kyaw Min Thu alias Jhon Lay (30), WN Malaysia Cardorano bin Raphael (31), dan tiga orang WN Afganistan, Arash Nori (16), Ali Dosh Hujati (32) dan Sohrab Sohrabi (26). Tribun Batam/Argianto D. A. NugrohoLima warga berkewarganegaraan asing diamankan petugas Imigrasi Klas I Khusus Batam. Kelima orang ini terdiri WN Myanmar, Malysia, dan Afghanistan. WN Myanmar bernama Kyaw Min Thu alias Jhon Lay (30), WN Malaysia Cardorano bin Raphael (31), dan tiga orang WN Afganistan, Arash Nori (16), Ali Dosh Hujati (32) dan Sohrab Sohrabi (26).
EditorFarid Assifa
BATAM, KOMPAS.com — Selama bulan Juli 2014, Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre telah menolak 225 warga negara asing (WNA) yang masuk melalui pelabuhan tersebut.

Pemulangan WNA pada bulan tersebut merupakan yang terbanyak selama periode Januari-Juli 2014. Tak puas sampai di situ, dalam dua pekan terakhir, pusat imigrasi Batam pun telah menolak 50 warga Singapura yang ingin masuk ke Batam.

Bukan tanpa alasan, penolakan yang juga mendapat sorotan hingga ke Negeri Singa tersebut dilakukan pusat imigrasi Batam karena ketidakpatuhan WNA tersebut.

"Kami tidak mengusir mereka. Masa iya mereka datang ke Batam kita usir. Kami menyeleksi mereka yang masuk. Sepanjang mereka tidak melanggar keimigrasian kita, ya kita kasih masuk. Namun, jika melanggar, ya wajib kita tolak. Selama ini kita masuk ke negara mereka dengan respek, mereka juga seharusnya begitu saat masuk ke negara kita," tekan Kasi Unit B TPI Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre Irwanto Suhaili saat ditemui Tribun Batam di kantornya, Selasa (19/8/2014) sore.

Menurut keterangan yang dia berikan, penolakan WNA ini sudah sesuai dengan sistem keimigrasian Indonesia. Terlebih lagi, ada juga beberapa WNA yang berperilaku tidak sopan ketika ingin masuk ke Batam.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Regional
Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Regional
Terungkap Misteri Bocah SD yang Tewas di Tepi Hutan Mojokerto

Terungkap Misteri Bocah SD yang Tewas di Tepi Hutan Mojokerto

Regional
Ayahnya Lumpuh, Bocah SD Ini Kerja Jemur 10.000 Batu Bata, Diupah Rp 30.000 Per Hari

Ayahnya Lumpuh, Bocah SD Ini Kerja Jemur 10.000 Batu Bata, Diupah Rp 30.000 Per Hari

Regional
Kamar Hotel Tempat Nginap Warga Jepang Positif Corona Diberi Disinfektan

Kamar Hotel Tempat Nginap Warga Jepang Positif Corona Diberi Disinfektan

Regional
3 Pengedar Narkoba Ditangkap, Masukkan 101 Gram Sabu di Anus dari Batam ke Kendal

3 Pengedar Narkoba Ditangkap, Masukkan 101 Gram Sabu di Anus dari Batam ke Kendal

Regional
Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X