Proses Pembunuhan Widji di Pos Polisi Berlangsung 20 Menit

Kompas.com - 20/08/2014, 13:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Widji (30), korban pembunuhan di pos polisi Jalan Arjuno Surabaya, awal pekan lalu "dieksekusi" pelaku sekitar 20 menit di dalam pos polisi. Usai membunuh, pelaku kabur dengan membawa tas berukuran besar. Fakta itu yang dipelajari polisi dari rekaman CCTV yang berada di dekat lokasi pos polisi.

"Pelaku dan korban, sebelum eksekusi terlihat berjalan bersama ke arah pos polisi. Kemudian korban dan pelaku berada di dalam Pos Polisi selama sekitar 20 menit, lalu pelaku pergi," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, Rabu (20/8/2014).

Berdasarkan hasil rekaman video, tas yang dibawa pelaku saat akan masuk pos bersama korban tidak tampak besar. "Saat keluar, tas terlihat besar. Kemungkinan berisi helm, jaket korban, dan uang tunai Rp 50 juta yang dibawa korban," tambah dia.

Kini polisi masih mendalami mengapa pelaku berani mengeksekusi korban di pos polisi, dan mengapa pelaku juga tidak membawa emas batangan yang dibawa korban.

Diberitakan sebelumnya, Widji, warga Kediri ditemukan tewas bersimpah darah dengan luka di pelipis kirinya, Minggu (17/8/2014) siang. Di tubuhnya, ada emas batangan seberat 100 gram senilai Rp 48 juta. Polisi juga menemukan kuitansi senilai sama dengan nilai emas batangan tersebut. 

Widji diketahui diminta atasannya mengantar emas tersebut ke sebuah toko perhiasan di BG Junction pada sehari sebelum ditemukan tewas atau pada Sabtu (16/8/2014) sore. Saat ditemukan, motor korban masih terparkir di Jalan Blauran, sekitar 100 meter dari lokasi ditemukannya Widji dan emas batangannya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Regional
Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Regional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Regional
Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Regional
Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X