Massa Berteriak Minta Penyerang Rumah Direktur Galang Press Dibebaskan

Kompas.com - 18/08/2014, 18:26 WIB
Massa pendukung Abdul Kholiq saat berunjuk rasa menuntut terdakwa penyerangan rumah Direktur Galang Press dibebaskan. KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMAHMassa pendukung Abdul Kholiq saat berunjuk rasa menuntut terdakwa penyerangan rumah Direktur Galang Press dibebaskan.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan pendukung Abdul Kholik, salah satu pelaku penyerangan rumah Direktur Galang Press, berteriak menuntut terdakwa dibebaskan. Tuntutan itu mereka sampaikan setelah menyaksikan sidang perdana kasus penyerangan rumah Direktur Galang Press di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (18/8/2014).

Melihat situasi tersebut, pihak kepolisian yang berjaga di sekitar ruang sidang lantas bergegas masuk ke dalam dan berusaha menenangkan massa.

Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin bahkan turun langsung ke ruang sidang serta meminta agar massa bersikap tenang dan tidak melakukan tindakan perusakan.

Setelah lebih kurang 10 menit melakukan protes di dalam ruangan sidang, massa pendukung Abdul Kholik akhirnya memutuskan untuk keluar dan berkumpul di jalan depan gedung Pengadilan Negeri Sleman.

Tak lama berada di luar area gedung Pengadilan Negeri Sleman, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Dalam persidangan perdana ini, pihak kepolisian membatasi jumlah pengunjung karena kapasitas ruang sidang tidak memadai. Demi kelancaran jalannya sidang, pihak kepolisian juga memeriksa satu per satu bawaan pengunjung dengan pendeteksi logam. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pintu gerbang masuk ke gedung Pengadilan Negeri Sleman.

"Tidak semua boleh masuk karena jumlah kuota di ruangan sidang memang terbatas. Di luar ada TV LCD untuk yang tidak bisa masuk," ujar Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

Regional
Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Regional
Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X