Kompas.com - 18/08/2014, 17:14 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorCaroline Damanik

PALEMBANG, KOMPAS.com — Ini bukan film, melainkan kenyataan di metropolis Palembang. Kelompok wanita usia sekitar 40 tahun aktif menggelar arisan dengan "hadiah" pemuda berpenampilan menarik atau yang kerap disebut "berondong". Sekali lelang, nilainya bisa mencapai Rp 20 juta. Arisan digelar tertutup di rumah mewah atau di ruang VIP karaoke.

Berdasarkan penelusuran, transaksi ini terorganisasi. Ada peran makelar yang menyediakan berbagai tipe pria sesuai selera para tante itu. Beberapa germo yang berkeliaran di metropolis ini berprofesi sebagai sopir taksi dan karyawan swasta.

Mereka mengenalkan "berondong" mereka ke pemesan dengan imbalan fee sekitar 20 persen dari nilai transaksi. Tanpa makelar, tante-tante ini kesulitan mendapatkan "berondong" sesuai keinginannya.

Akses mendapatkan "berondong" itu tidaklah mudah, butuh relasi dari sesama penyukanya. Oleh karena itu, sistem arisan berondong dibuat agar para tante ini mendapatkan kepuasan.

Demikian juga pemuda yang menjalani pekerjaan sebagai berondong, dia juga membutuhkan makelar sebagai pintu masuk ke dalam komunitas tante-tante tersebut. Jika sudah masuk dan dianggap memuaskan, uang pun mengalir.

Mahasiswa dan anak-anak muda yang baru merintis karier merupakan tipe yang disukai tante girang ini. Pertemuan biasanya berlangsung di ruang VIP karaoke, diskotik, dan rumah mewah. Terkadang, "berondong" juga dijadikan sebagai "kejutan" dan "hadiah" bagi pemenang arisan komunitas tante-tante tersebut.

Tribun Sumsel mewawancarai tiga anak muda yang berprofesi sebagai pria panggilan ini. Ketiganya memiliki karakteristik berbeda, satu di antaranya berkulit putih dan kurus, satu lagi bertubuh tinggi dan kulit putih, sementara pemuda lainnya bertubuh sedang dengan kulit sawo matang.

Ketiga pemuda ini memiliki kesamaan pada penampilan yang modis. Gaya potongan rambut ala boyband Korea, pakaian rapi, dan kulit bersih.

Dari pengakuan JA yang pernah dijadikan "hadiah" arisan oleh tante-tante, sistem arisan tersebut mulanya hanyalah arisan biasa. Karena sebagian besar tante yang mengikuti arisan adalah penyuka berondong, lantas dibuatlah surprise dengan memberikan seorang berondong bagi tante pemenang arisan.

JA yang kini juga merambah dunia penyedia layanan wanita atau germo tidak mau terlalu banyak berkomentar tentang kehidupannya saat dijadikan "piala" arisan para tante. Ia hanya menerangkan bahwa arisan berondong semacam itu memang ada.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X