Kompas.com - 18/08/2014, 14:24 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com - Misteri tewasnya Rubiah (80), nenek Dusun Gedeg, Desa Genting, Kecamatan Jambu yang jasadnya ditemukan dengan kondisi mulut dibekap serta tangan dan kaki terikat kain selendang di kamarnya Sabtu dinihari, 9 Agustus lalu, akhirnya terungkap.

Polisi meringkus empat pelaku di dua tempat berbeda. Parwidi (32) ditangkap di rumahnya di Jambu. Pelaku ternyata adalah salah satu cucu korban. Sementara, ketiga pelaku lainnya, yakni Bagus Ardi Mukti (24), Susi Susianto (27) dan Slamet Rukimin (26) ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Jetis, Karangrayung, Grobogan.

Parwidi, sang cucu, bahkan diduga sebagai otak dari pencurian yang berujung kematian Rubiah itu. Sebelum peristiwa itu terjadi, keempatnya beberapa kali melakukan pertemuan di rumah Parwidi yang tak jauh dari rumah korban.

"Para pelaku sudah merencanakan untuk mencuri di rumah korban sekitar bulan juli lalu," kata Kepala Polres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan, saat gelar perkara di Mapolres, Senin (18/8/2014) siang.

Awal kecurigaan polisi adalah informasi yang menyebutkan sebuah mobil pikap putih dengan nomor polisi H1707NM hilir mudik di sekitar rumah Parwidi sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Mobil tersebut belakangan diketahui milik tersangka Bagus untuk mengangkut dua tersangka lainnya dari Pasar Somowono ke rumah Parwidi. "Hasil pengendusan anjing pelacak di lokasi belum begitu kuat. Selanjutnya kami dalami informasi mengenai mobil pikap putih yang parkir di depan rumah Parwidi pada malam sebelum kejadian. Langsung saja kita ambil Parwidi untuk diinterogasi," ujar dia.

Setelah diinterogasi secara mendalam, Parwidi akhirnya mengakui dia adalah otak pencurian itu. Berdasarkan pengakuan Parwidi, ketiga pelaku lainnya pun akhirnya berhasil ditangkap. "Kami amankan tiga buah hp tersangka, satu buah cincin, dua sepeda motor, satu mobil pikap dan uang Rp 932ribu hasil penjualan emas yang dirampas dari korban," ujar Kasatreskrim Polres Semarang AKP Pahala M Nababan.

Keempat pelaku saat ini ditahan di Mapolres Semarang untuk diproses lebih lanjut. Mereka akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.