Kompas.com - 15/08/2014, 17:36 WIB
EditorGlori K. Wadrianto
PEKANBARU, KOMPAS.com - Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB, tepatnya tanggal 10 Januari 2014, adalah hari terakhir bagi Sumedi (40) dan Sarti (43) untuk bertemu dengan 'buah hatinya' Febrian Dela, bocah berusia enam tahun yang jadi korban mutilasi di Rokan Hilir.

Sejak saat itu, kedua orangtua korban ini tidak lagi dapat bertemu dengan anak kandungnya. Mereka tak menyangka anaknya dimutilasi oleh MD. Padahal, mereka mengenal siapa MD sebenarnya, termasuk di mana dia tinggal.

"MD itu adalah pedagang sate keliling. Dia biasa dipanggil Buyung. Saya tahu siapa dia. Hampir setiap hari dia mangkal sama gerobaknya di depan rumah saya," kata ayah korban, Sumedi, saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Riau, Kamis (14/8/2014) siang.

Warga Desa Sungai Rangor, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir ini menuturkan sebelum kejadian, anaknya pergi membeli sate. Setelah itu anaknya tidak kembali. Bahkan, ia sempat mencari anaknya ke sana kemari, tapi tak mendapatkan hasil.

Tidak hanya itu, bahkan hilangnya anak ketiga dari lima bersaudara itu juga telah dilaporkan ke kantor polisi Polsek Rantau Kopar. Tapi laporannya tidak membuahkan hasil. "Saya tahunya anak saya jadi korban mutilasi setelah diberitahu polisi," ujar Sumedi.

Sementara itu, ibu korban mengaku bahwa saat ini ia masih membayangkan tingkah laku anaknya. Menurut dia, anaknya itu adalah anak yang cerdas. Dia selalu bisa mencairkan suasana. Tidak hanya itu, teman-temannya juga banyak.

"Saat ini, anak saya itu masih terdaftar sebagai murid TK Paud Negeri Bertuah yang letaknya tidak jauh dari rumah. Seandainya dia tidak jadi korban mutilasi, keluarga kami pasti ramai. Karena dia bisa mencairkan suasana," ujar Sarti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua orangtua korban mutilasi ini berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Apalagi keinginan pelaku untuk memutilasi anaknya dan beberapa korban lain, karena pelaku ingin jadi dukun. "Ini tidak bisa kami terima. Kami berharap pelaku dihukum berat," tambah Sumedi.

Orangtua korban datang ke RS Bhayangkara Polda Riau sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang dari kampung halamannya di Rokan Hilir setelah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk melakukan tes DNA.

Kedua orangtua korban, datang ke Rs Bhayangkara didampingi Kapolsek Rantau Kopar Ipda Sudanarso, Plt Kepala Desa Sungai Rangor Kecamatan Rantau Kopar April Manri (38), dan Kepala Desa Bagan Cempedak Rantau Kopar Zulyunsep (33).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.