Kompas.com - 14/08/2014, 13:07 WIB
Asisten 1 Pemprov Papua, Doren Wakerkwa (tengah dibelakang meja) saat mewakili Gubernur Papua menyelesaikan pertikaian warga di Timika. DW bersama JW tersangka penyalahgunaan dana KPU Lany Jaya ditetapkan sebagai tahan kota oleh Kejati Papua, Senin (23/6/2014) alfian kartonoAsisten 1 Pemprov Papua, Doren Wakerkwa (tengah dibelakang meja) saat mewakili Gubernur Papua menyelesaikan pertikaian warga di Timika. DW bersama JW tersangka penyalahgunaan dana KPU Lany Jaya ditetapkan sebagai tahan kota oleh Kejati Papua, Senin (23/6/2014)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kepala Polda Papua Irjen (Pol) Yotje Mende mengatakan, bentrok yang terjadi antara suku Dani dan kelompok pendatang di Timika, Papua, Senin (11/8/2014), mengakibatkan 7 orang tewas dan 13 orang luka-luka.

"Perkembangan Papua saat ini bahwa yang benar adalah tujuh orang korban meninggal, korban luka ada 13. Perinciannya dari mana, sedang diinventarisasi," ujar Yotje di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Yotje mengatakan, salah satu korban tewas adalah Kepala Suku Dani Korea Waker. Jasadnya ditemukan di bawah jembatan Kali Merah Sektor SP 2, Timika. Yotje menengarai, tewasnya Korea telah memantik bentrok antara warga Suku Dani dan kelompok pendatang. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki asal kelompok pendatang tersebut.

Ia menambahkan, lima orang lainnya tewas dalam serangan oleh suku Dani yang terjadi pada Selasa (12/8). Adapun satu orang lainnya tewas pada Rabu (13/8) akibat serangan oleh kelompok pendatang.

Yotje menilai, bentrok antarsuku di Timika terjadi dengan motif balas dendam atas tewasnya Korea, sang kepala suku. "Permasalahan ini murni balas dendam suku Dani di mana ketua sukunya ditemukan tewas di selokan. Kedua, dari Suku Dani menyerang pendatang," kata Yotje.

Atas kejadian tersebut, Polda Papua telah melakukan upaya konsolidasi dengan aparat keamanan setempat. Selain itu, Yotje telah memerintahkan Wakil Kepala Polda Papua Brigadir Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw untuk mengamankan kondisi yang sempat bergejolak di Timika.

Yotje menyebutkan, situasi Timika saat ini terkendali. Polisi tengah menggalang tokoh agama dan adat di sana untuk mewujudkan suasana tenang. "Kami juga evakuasi terhadap kelompok pendatang yang berada di TKP atau dekat dengan rumah duka Korea Waker," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yotje mengatakan, gabungan Polda Papua, Polres Timika, dan TNI Angkatan Darat menurunkan 1.300 personel di Timika untuk melakukan pengamanan guna antisipasi adanya serangan susulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.