Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 14/08/2014, 12:11 WIB
EditorCaroline Damanik

LAMONGAN, KOMPAS.com — Wildan Mukhollad, anggota pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Irak, ternyata adalah pemuda dari Lamongan, Jawa Timur. Menurut penelusuran Surya, Wildan berasal dari Kecamatan Solokuro, wilayah yang sama dengan daerah asal trio bom Bali, Ali Amrozi, Ali Ghufron alias Muchlas, dan Ali Imron. Sepak terjang Wildan tidak disetujui oleh keluarganya. (Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri ISIS di Irak Ternyata dari Lamongan (1).

Kisah bergabungnya Wildan dengan pasukan ISIS dimulai ketika ia bersekolah di SMA Al-Azhar, Mesir. Dia memilih sekolah di negara yang menjadi kiblat ilmu-ilmu, selepas dari bangku Madrasah Tsnawiyah (MTS) Al-Islam, Tenggulun Solokoro, Lamongan.

Di Mesir, Wildan memiliki kakak perempuan, Nashiroh, yang lebih dulu tinggal di sana. Namun, pada 2012, Nashiroh, kakak yang tinggal di Mesir itu, kehilangan kontak dengan Wildan.

Begitu juga dengan keluarga di Lamongan, mereka kesulitan menghubungi pria yang selalu ranking satu saat bersekolah di MTs Al-Islam itu.

Tidak ada yang tahu aktivitas Wildan. Baru pada pertengahan 2012, Wildan memberi kabar kepada Nashiroh bahwa dia berada di Aleppo, Suriah.

Aleppo selama ini menjadi medan pertempuran antara tentara pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan tentara ISIS. Saat itu, berita tentang ISIS belum seheboh sekarang.

dok.Surya Wildan Mukhollad memotret dirinya sendiri setelah tiba di Irak untuk berjihad. Foto ini dikirim untuk ibunya seperti ditayangkan di Surya.

Di Irak, Wildan dikenal dengan nama Abu Bakar Al Muhajir Al Wildan Mukhollad bin Lasmin. Hampir setahun dia bergabung dengan pasukan ISIS. Wildan sempat bertugas di Allepo sebelum menyeberang ke Irak.

Sejak itu pula, komunikasi Wildan dan keluarganya menjadi jarang. Keluarganya di Lamongan dan Mesir kesulitan menghubunginya. Keluarga baru bisa berkomunikasi ketika Wildan berinisiatif menelepon.

Kadang Wildan juga chatting dengan saudara laki-lakinya yang lain. Keluarga pun berembuk. Mereka sepakat Wildan harus pulang. Terlebih lagi, kondisi ayahnya bertambah parah. Pada Februari 2012, ayah Wildan meninggal.

Keluarga merasakan kesedihan yang luar biasa lantaran keinginan sang ayah bertemu Wildan tidak kesampaian. Ibu Wildan juga terkejut mengetahui sepak terjang Wildan selama di perantauan.

Berbagai cara ditempuh untuk meluluhkan hati Wildan agar mau kembali ke Tanah Air.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Mudik Gratis Jakarta-Sumenep, Bupati Kampung Targetkan Ribuan Penumpang

Gelar Mudik Gratis Jakarta-Sumenep, Bupati Kampung Targetkan Ribuan Penumpang

Regional
Bupati Jekek Paparkan Prestasi Pemkab Wonogiri, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Penghargaan Tingkat Nasional

Bupati Jekek Paparkan Prestasi Pemkab Wonogiri, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Penghargaan Tingkat Nasional

Regional
Realitas Tata Kelola Transportasi Laut yang Mengecewakan

Realitas Tata Kelola Transportasi Laut yang Mengecewakan

Regional
Tata Kelola Danau Toba Pasca-F1H20

Tata Kelola Danau Toba Pasca-F1H20

Regional
Gencarkan Citra “Makassar Kota Makan”, Walkot Danny Ajak Apeksi Nikmati 50 Jenis Makanan Tradisional

Gencarkan Citra “Makassar Kota Makan”, Walkot Danny Ajak Apeksi Nikmati 50 Jenis Makanan Tradisional

Regional
Patriarki dan Kekerasan terhadap Perempuan Adat

Patriarki dan Kekerasan terhadap Perempuan Adat

Regional
Buku Bupati Hamim “Belajar dari Bone Bolango” Tuai Banyak Respons Positif

Buku Bupati Hamim “Belajar dari Bone Bolango” Tuai Banyak Respons Positif

Regional
Jokowi Larang ASN Bukber, Bupati Sumenep: Kami Ikuti Arahan Pak Presiden

Jokowi Larang ASN Bukber, Bupati Sumenep: Kami Ikuti Arahan Pak Presiden

Regional
Tatkala Jawa Mulai Rusak

Tatkala Jawa Mulai Rusak

Regional
Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Regional
Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Regional
Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Regional
Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Regional
Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Regional
Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke