Kompas.com - 14/08/2014, 11:47 WIB
Sejumlah prajurit kerajaan Bajeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar ritual sebagai rangkaian pesta adat pengibasaran bendera merah putih dan bendera kerajaan yang setiap tahunnya digelar. Kamis, (14/08/2014). KOMPAS.com / ABDUL HAQSejumlah prajurit kerajaan Bajeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar ritual sebagai rangkaian pesta adat pengibasaran bendera merah putih dan bendera kerajaan yang setiap tahunnya digelar. Kamis, (14/08/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
GOWA, KOMPAS.com - Sejak pukul 08.00 wita, Kamis (14/8/2014), ribuan warga memadati halaman Istana Kerajaan Bajeng yang disebut Balla Lompoa Ri Bajeng yang terletak di Jalan Balla Lompoa, Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk menghadiri pesta pencucian berbagai jenis benda pusaka kerajaan.

Benda-benda pusaka itu seperti senjata tajam berupa tombak, badik dan keris serta bendera perang. Dalam ritual ini, para pemangku adat dan prajurit kerajaan mengarak benda pusaka yang tersimpan di atas rumah panggung, yang juga berfungsi sebagai istana kerajaan. Ritual ini diikuti tabuhan gendang dan musik tradisional.

Tradisi ini digelar setiap tanggal 14 Agustus setiap tahunnya sebagai simbol berakhirnya penjajahan jelang proklamasi kemerdekaan. Satu persatu benda pusaka mulai dibersihkan dengan jeruk nipis dan air kelapa muda. Acara ini dipimpin oleh seorang pemangku adat.

Sementara, salah satu prajurit mengucapkan sumpah setia dengan hunusan keris yang dikenal dengan nama "angngaru". Sumpah itu dilontarkan di hadapan para pembesar kerajaan serta tetamu.

Ritual ini diakhiri dengan pengibaran bendera kerajaan serta bendera merah putih sebagai simbol berakhirnya perang melawan penjajah. Warga setempat mengklaim bahwa bendera merah putih terlebih dahulu dikibarkan di wilayah Bajeng yakni tangga 14 Agustus 1945 sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan.

"Setiap tahun kami gelar pesta adat ini sekaligus mengenang berakhirnya perlawanan rakyat Bajeng terhadap pendudukan tentara Jepang dan merah putih telah berkibar lebih awal yakni tanggal 14 Agustus," kata Syachril Safruddin Daeng Jarung, salah seorang tokoh masyarakat Bajeng.

Setelah pengibaran bendera merah putih dan bendera kerajaan. Dilanjutkan dengan pegelaran berbagai macam tarian tradisional untuk menghibur para tetamu. Acaar ditutup dengan pertunjukan pencak silat, berupa pertarungan bebas dua prajurit kerajaan menggunakan badik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seru sekali lihat karena saling tikam untung tidak ada yang luka," kata Mar'atun Saliha, salah seorang pengunjung.




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.